Rektor UNS Beri Penghargaan untuk Mahasiswi Korban Kecelakaan di Boyolali

Irza Laila Nur Trisna Winandi akan diwisuda pada 24 Agustus mendatang dan mendapat gelar Sarjana Pendidikan (SPd).

SOLO – Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Prof Jamal Wiwoho turut berduka cita atas musibah yang menimpa salah satu mahasiswinya yang bernama Irza Laila Nur Trisna Winandi. Sebagai bentuk penghargaan, almarhumah akan mendapatkan gelar Sarjana Pendidikan (SPd) pada wisuda 24 Agustus mendatang.

Perwakilan UNS melayat ke rumah mahasiswi yang menjadi korban kecelakaan di Mojosongo. Foto: metrojateng.com

Irza yang merupakan mahasiswi dari Program Studi (Prodi) Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer (PTIK) FKIP UNS angkatan 2015. Dia meninggal dunia pada Kamis (5/7/2019) karena tertabrak truk di Puskesmas Mojosongo Boyolali, beberapa saat sebelum menjalankan ujian skripsi.

“Kami segenap sivitas akademika UNS turut berduka cita atas meninggalnya salah satu mahasiswi UNS yang berprestasi atas nama Irza Laila Nur Trisna Winandi. Semoga almarhumah husnul khotimah, dosa-dosanya selama hidup diampuni dan segala amal ibadahnya diterima oleh Allah SWT,” ujar Prof Jamal usai melayat di rumah duka yang berada di Perum Bumi Singkil Permai II RT 6 RW 11 Karanggeneng Boyolali, Jumat (26/7/2019).

Saat melayat di rumah duka, Prof Jamal yang juga didampingi oleh Dekan FKIP UNS, Dr Mardiyana disambut oleh orangtua dan keluarga korban. Orangtua korban merasa terharu dengan kehadiran orang nomor satu di lingkungan kampus UNS ini.

Sebagai bentuk penghargaan dari UNS, almarhumah Irza Laila Nur Trisna Winandi akan diwisuda pada 24 Agustus mendatang. Pasalnya almarhumah merupakan mahasiswa yang tergolong memiliki prestasi dengan Indeks Prestasi (IP) 3,38.

Irza sudah memiliki niat untuk ujian skripsi pada hari Kamis itu, kemudian minta ibunya untuk mengantar dan ibunya juga memiliki inisiatif untuk izin ke kantor terlebih dahulu di Puskesmas Mojosongo. Hanya saja saat diajak ibunya pamit ke tempat kerja, yang bersangkutan tertabrak truk dan meninggal dunia.

Saat di rumah duka, Prof Jamal menyampaikan pesan supaya orangtuanya hadir untuk menerima ijazah Sarjana Pendidikan (SPd) atas nama almarhum.

“Ini bentuk penghargaan dari UNS untuk almarhumah dan keluarga. Dan dari UNS juga sudah membebaskan biaya perkuliahan jika almarhumah masih memiliki tanggungan pembayaran,” kata Prof Jamal. (MJ-25)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.