Rektor Undip Diminta Bantu Biaya Kuliah Mahasiswa Korban Gempa NTB

Undip sudah mengirimkan tim medis untuk membantu korban gempa yang sedang terkena bencana.

SEMARANG – Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, M Nasir menyarankan kepada Rektor Universitas Diponegoro, Yos Johan Utama untuk mengatasi kesulitan biaya bagi para mahasiswa yang menjadi korban gempa bumi di Lombok Nusa Tenggara Barat (NTB).

Orientasi Diponegoro Muda (ODM) 2018, di Stadion Diponegoro, Undip Tembalang, Minggu (12/8/2018). Foto: metrojateng.com/fariz fardianto

“Tolong Pak Rektor dapat mencari celah kebijakan untuk membantu mereka yang sedang terkena bencana,” kata Nasir saat menghadiri Orientasi Diponegoro Muda (ODM) 2018, di Stadion Diponegoro, Undip Tembalang, Minggu (12/8/2018).

Ia menjelaskan jangan sampai ada mahasiswa yang berhenti kuliah karena terganjal biaya kuliah usai gempa melanda wilayah mereka di NTB.

Menurutnya, Undip harus tetap berkarya. Wujud riilnya dengan melakukan hal bermanfaat bagi masyarakat.

“Jangan berhenti memperhatikan nasib mahasiswa, terutama dari luar pulau yang sedang kesulitan ekonomi karena bencana, seperti di Nusa Tenggara Barat saat ini,” terangnya.

Saat dikonfirmasi terpisah, Yos Johan Utama, Rektor Undip berjanji untuk peduli terhadap nasib mahasiswa-mahasiswanya yang mengalami musibah di NTB.

Saat ini, Undip sudah mengirimkan tim medis untuk membantu korban gempa yang sedang terkena bencana.

“Tidak menutup kemungkinan mereka yang terkena bencana adalah bapak, ibu dan keluarga dari mahasiswa kami juga. Karenanya, kami sangat memperhatikan kesulitan ekonomi mahasiswa yang saat ini sedang dilanda bencana,” tuturnya.

Ia sedang mempertimbangkan kemungkinan untuk memberikan keringan beban UKT maupun mengambil langkah membebaskan UKT mereka selama dua semester.

“Kalau memang keluarga mereka sedang dilanda bencana,” imbuh Nuswantoro Dwiwarno, Kepala UPT Hubungan Masyarakat dan Media, Undip. (far)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.