Rektor Dituduh Plagiat, Unnes Lapor ke Polisi

Rektor Unnes namanya telah tercemar sebagai seorang pribadi, kepala rumah tangga dan akademisi.

SEMARANG – Kasus dugaan plagiat yang ditujukan kepada Rektor Universitas Negeri Semarang (Unnes), Fathur Rohkman masih berbuntut panjang. Kini pihak Unnes melaporkan seorang jurnalis di Semarang, ZA ke Polda Jateng dengan tuduhan pencemaran nama baik.

Ilustrasi
Foto: plagiarismcheker.net

Kepala UPT Pusat Hubungan Masyarakat Unnes Hendi Pratama mengatakan, laporan tersebut terkait dengan penulisan empat artikel blog yang ditulis ZA pada tanggal 30 Juni 2018 menuduh bahwa Rektor Unnes melakukan plagiasi terhadap salah satu artikel mahasiswa bimbingannya yang berinisial AR pada tahun 2003.

“Tuduhan ini tidak berdasar karena pemeriksaan yang dilakukan oleh tim investigasi Unnes yang dipimpin oleh Prof. Dr. Eddy Mungin Wibowo telah menerbitkan hasil bahwa tidak ada unsur plagiasi Rektor terhadap artikel AR tahun 2003. Bukti ini diperkuat dengan surat pernyataan AR tanggal 9 April 2018 yang menyatakan bahwa dirinya meminjam draft artikel penelitian Fathur Rokhman dan menyatakan AR memohon maaf apabila hal tersebut telah menjadi permasalahan,” kata Hendi dalam siaran tertulis yang diterima metrojateng.com, Jumat (24/8/2018).

Dia menambahkan, laporan kepolisian ini dilakukan karena ZA telah memproduksi artikel yang disebarkan melalui Facebook, Twitter dan Youtube yang menyebabkan kerugian bagi Rektor Unnes secara pribadi maupun kelembagaan.

“Secara pribadi, Rektor Unnes namanya telah tercemar sebagai seorang pribadi, kepala rumah tangga dan akademisi. Secara kelembagaan, kabar yang dihembuskan ZA diduga menjadi salah satu faktor turunnya jumlah pendaftar Seleksi Mandiri Unnes tahun 2018,” imbuh Hendi.

ZA dilaporkan karena diduga telah melanggar pasal 27 ayat 3 di Undang-undang No. 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Dia telah dianggap menulis artikel yang menggunakan informasi sepihak dari Saratri Wilonoyudho yang juga menuduh Rektor Unnes plagiat tanpa bukti yang memadai.

AJI Menyayangkan

Tulisan tersebut pertama kali muncul di serat.id, media online rintisan milik AJI Semarang. Pada kesempatan terpisah, Ketua AJI Semarang, Edi Faisol menyayangkan tindakan Unnes yang mengambil langkah hukum dalam kasus tersebut.

“Seharusnya laporan kepolisian itu tidak dilanjutkan. Ini kan sudah ada kesepakatan antara Dewan Pers, Kepolisian, Kejaksaan,” kata Edi.

Dia menyatakan bahwa serat.id telah memenuhi standar penggarapan karya jurnalistik. Empat liputan mendalam itu telah melalui proses penggarapan 1,5 bulan. Verifikasi pun telah dilakukan ke berbagai pihak, termasuk Unnes dan para pakar atau ahli pemeriksa karya plagiat.

“Informasi dugaan plagiat itu muncul sejak lama tapi tak satupun media arus utama melaporkannya. Kemudian serat.id yang pertama kali mendalami kasus itu,” kata dia. (*)

 

 

 

 

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.