Reka Ulang, Tersangka Pembunuh Fitria Menangis

rekonstruksi pembunuhan pemandu lagu
Tersangka Didik Ponco memperagakan saat membunuh pacarnya Fitria Anggraeni yang kemudian mayatnya dicor di bak mandi Jumat (02/03) sore. Foto: metrojateng/edi prayitno

KENDAL – Merasa bersalah dan terbayang saat menjerat leher Fitria Anggraeni,  Didik Ponco (28)  menangis saat memperagakan adegan rekonstruksi yang di gelar Polres Kendal pada Jum’at (2/3) sore. Didik tak kuasa menahan tangis saat memperagakan adegan demi adegan pembunuhan yang ia lakukan kepada wanita yang sering disapa Eni itu.

“Saya menjerat lehernya menggunakan kain selama 20 menit,” ujarnya.  Rekonstruksi yang digelar di Mapolres Kendal itu dimulai dari adegan penjemputan korban menggunakan mobil Avanza. Didik menjemput Fitria pada siang hari dan diketahui oleh ibu Fitria.

pembunuhan pemandu karaoke kendal
Grafis: Brilian Fikri

Fitria diajak Didik menuju rumahnya di Dusun Krajan, Desa Puguh, Boja. Di dalam rumah itu, Didik dan Fitria melakukan hubungan badan. Setelah berhubungan badan, timbulah cekcok antara keduanya, karena Didik menagih utang kepada Fitria. Fitria didorong hingga tersungkur kemudian ditindih menggunakan lutut.

Kepala Fitria dibenturkan ke tepi ranjang dan lehernya dijerat menggunakan kain yang berada tak jauh dari ranjang. Fitria tewas di tangan tersangka. Untuk memastikan korbannya meninggal, Didik kembali membelit kepala korban menggunakan jarik selanjutnya dibungkus menggunakan plastik.

“Takutnya masih hidup makanya saya belit menggunakan kain dan saya bungkus dengan plastik,” ungkapnya. Tak mau diketahui oleh banyak orang, selanjutnya jemazah dimasukkan ke dalam bak mandi. Selanjutnya bak mandi di tutup dengan pasir dan dicor dengan semen.

Kasatreskrim Polres Kendal AKP Aris Munandar menjelaskan bahwa dalam rekonstruksi yang dilakukan itu memperagakan 10 adegan. “Hal itu untuk mencocokkan keterangan di berita acara dengan adegan secara riil peristiwa pembunuhan yang dilakukan tersangka,” ujarnya.

Aris menjelaskan setelah melihat rekonstruksi yang diperagakan oleh tersangka maka tersangka akan dijerat dengan undang-undang KUHP pasal 338, 339 dan 340.  “Ancaman hukumannya adalah hukum kurungan maksimal seumur hidup,” pungkasnya. (MJ-01)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

7 + 2 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.