REI Usul Pemerintah Segera Sesuaikan Harga Rumah MBR

Jika disesuaikan dengan kondisi sekarang seharusnya harga rumah MBR sebesar Rp 145 jutaan.

SEMARANG – DPD REI Jawa Tengah mengusulkan agar pemerintah segera menyesuaikan harga rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Sebab, saat ini pengembang mengalami kendala dalam pembangunan rumah tersebut.

Sejumlah pengembang perumahan kelas menengah keatas terlibat dalam pameran Property Expo Semarang ke-3 di Mal Ciputra Semarang yang berlangsung 3-14 April 2019. Foto: metrojateng.com/anggun puspita

 

Ketua DPD REI Jawa Tengah, MR Prijanto mengatakan, kondisi sekarang ini harga tanah sudah naik, begitupun harga material untuk membangun rumah.

“Jadi, sulit bagi pengembang jika harus membangun rumah dengan harga saat ini, sedangkan harga tanah dan material terus naik,” ungkapnya di sela pembukaan Property Expo Semarang (PES) ke-3 di Mal Ciputra Semarang, Kamis (4/4/2019).

Diketahui, harga rumah MBR yang berlaku saat ini masih berada pada angka Rp 130 juta. Sedangkan, jika disesuaikan dengan kondisi sekarang seharusnya harga rumah MBR sebesar Rp 145 jutaan.

“Kami sudah mengusulkan kepada pemerintah agar menyesuaikan harga rumah MBR pada Rp 145 jutaan, atau maksimal Rp 140 juta untuk wilayah Jawa Tengah. Nilai tersebut sudah disesuaikan dengan harga tanah dan material yang terus melambung sekarang ini,” jelasnya.

Kebutuhan rumah MBR di Jateng terus meningkat seiring pertumbuhan ekonomi di daerah-daerah.

Prijanto menuturkan, seiring tumbuhnya industri di Kendal, Boyolali, Banyumas, Jepara, hingga Solo Raya, maka permintaan hunian juga meningkat.

“Seperti di Kendal dan Boyolali yang mulai banyak pabrik di sana. Maka, masyarakat yang mayoritas sebagai buruh juga butuh tempat tinggal. Selain itu, kebutuhan hunian untuk tentara permintaannya juga meningkat,” tuturnya.

Untuk mengatasi hal itu, pembangunan rumah terus dilaksanakan. Di Jepara sudah terjual 200 unit dan Boyolali juga 200 unit.

“Kami menjual dengan harga yang sesuai kondisi saat ini yakni Rp 140 juta, dan ada kontrak dengan konsumen untuk menyepakati harga tersebut,” tandasnya.

Sementara, pada PES ke-3 ini diikuti oleh 10 pengembang perumahan tipe menengah atas. Wakil Ketua Bidang Promosi dan Publikasi DPD REI Jateng, Berlian Febriana menyampaikan, pada pameran kali ini pihaknya menargetkan 60 unit rumah dapat terjual.

“Kami mengejar target penjualan di bulan ini meskipun bersamaan dengan Pemilu. Sebab, sesuai tren penjualan di bulan puasa dan lebaran justru turun,” katanya. (ang)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.