Razia Sebelum Puasa, Satpol PP Sukoharjo Amankan Ratusan Botol Miras

Dalam razia tersebut petugas menyasar tiga lokasi yang berbeda, yakni di wilayah Kecamatan Nguter, dan Sukoharjo.

SUKOHARJOSatuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sukoharjo gencar menggelar operasi di tempat-tempat yang disinyalir menjadi lokasi transaksi peredaran minuman keras (miras). Kegiatan tersebut dilakukan menjelang bulan Suci Ramadan 1440 Hijriyah.

Barang bukti miras yang berhasil diamankan petugas Satpol PP Sukoharjo. Foto: metrojateng.com

Ratusan botol miras berhasil diamankan dalam razia yang digelar pada Kamis (2/5). Dalam razia tersebut petugas menyasar tiga lokasi yang berbeda, yakni di wilayah Kecamatan Nguter, dan Sukoharjo.

Di Kecamatan Nguter, petugas mengamankan 175 botol berisi ciu, 12 botol anggur putih, 36 botol anggur merah, 12 botol anggur gingseng, dan 24 anggur kolesom.

Sementara di Kelurahan Gayam, Kecamatan Sukoharjo, petugas menyita 1 botol proster beer dan 1 botol whisky. Sedangkan di Kelurahan Jetis, Kecamatan Sukoharjo, petugas mendapati 3 botol anggur merah, 4 botol beer bintang, dan ciu.

“Kami menerima pengaduan warga ihwal miras yang dijual bebas kepada masyarakat. Petugas langsung menindaklanjuti dengan melakukan razia miras di sejumlah toko kelontong. Jadi¬† razia miras merupakan kegiatan rutin tak hanya menjelang bulan puasa,” kata Kepala Satpol PP Sukoharjo, Heru Indarjo, Jum’at (3/5/2019).

Petugas telah memperingatkan pemilik toko kelontong agar tak kembali menjual miras kepada masyarakat. Petugas juga bakal menertibkan sejumlah warung wedangan atau hik yang diduga menjual miras kepada pengunjung.

Peredaran dan penjualan miras diatur dalam Perda No 7/2012 tentang Pengawasan, Pengendalian Peredaran, dan Penjualan Minuman Berakohol. Para produsen etanol yang telah mengantongi surat izin usaha perdagangan minuman berakohol (SIUP-MB) harus menyampaikan laporan produksi dan penjualan kepada instansi terkait setiap tiga bulan.

“Hal ini dilakukan untuk memperketat peredaran dan penjualan miras di masyarakat. Hanya hotel dan restoran yang diperbolehkan menjual minuman berakohol. Itu pun ada batasan kadar alkohol yang boleh dijual,” pungkasnya. (MJ-28)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.