Rawan Tsunami, Pesisir Pantai Selatan Minim Alat Pendeteksi

Ada 11 kecamatan di Kabupaten Cilacap berpotensi terkena ancaman tsunami.

Kunjungan wisatawan di pantai Jepara tak terpengaruh bencana tsunami Selat Sunda. Foto: metrojateng.com

 

 

SEMARANG – Peralatan sirine pendeteksi gelombang tsunami di sepanjang tepi garis pantai selatan Jawa Tengah, hingga saat ini minim. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah mencatat sampai kini hanya ada 69 sirine pendeteksi tsunami yang terpasang di wilayah tersebut.

 

Kepala BPBD Jawa Tengah, Sarwa Pramana menyatakan jumlah tersebut baru mencapai 49 persen dari total kebutuhan alat pendeteksi tsunami di Pantai Selatan.

 

“Idealnya membutuhkan sebanyak 144 buah alat pendeteksi tsunami. Alatnya dalam bentuk sirine yang dipasang mengapung di sejumlah titik lokasi.  Tapi sementara ini, Kementerian ESDM baru bisa memasang 69 alat saja di sana,” kata Sarwa kepada metrojateng.com, Senin (14/1/2019).

 

Peralatan yang saat ini terpasang terdapat di Purworejo sebanyak 12 buah, di Kabupaten Cilacap sebanyak 47 buah dan sisanya ada sebanyak 10 buah di Kebumen.

 

Seharusnya peralatan pendeteksi tsunami bisa terpasang di sepanjang garis Pantai Selatan yang memiliki panjang 289,07 kilometer. “Daya jangkau satu alat kurang lebih 2 kilometer saja. Makanya yang terpasang sekarang masih sangat minim. Cuma ada 49 persen dari kebutuhan yang kita perlukan,” tuturnya.

 

Ia menyebut hal itu membuktikan bila pemerintah belum bisa memprioritaskan kegiatan penanggulangan bencana hingga saat ini. Padahal, bencana tsunami merupakan ancaman terbesar bagi masyarakat pesisir Indonesia.

 

“Sekarang bumi semakin tua. Pertandanya dari mulai Gunung Agung meletus lalu memunculkan gempa di NTB, Palu, Pantai Anyer sampai gempa beruntun di Tasikmalaya. Bahkan, kami bersama BMKG telah memperkirakan ada 11 kecamatan di Cilacap yang berpotensi terkena ancaman tsunami,” tuturnya.

 

Dalam waktu dekat pihaknya akan mengirimkan surat permintaan kepada pemerintah pusat untuk mengusulkan supaya BMKG berupaya menambah jumlah alat pendeteksi tsunami. Sebab, seiring adanya gempa di Pulau Jawa, gelombang tsunami masih berpotensi terjadi di kawasan pesisir. (far)

 

 

 

 

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.