Ratusan Toko Obat di Semarang, Ternyata Hanya 44 yang Berizin

Di Kota Semarang juga masih banyak bisnis obat dengan sembunyi-sembunyi.

SEMARANG – Terdapat ratusan toko obat di Kota Semarang, namun ternyata baru 44 toko obat yang memiliki izin dari Pemerintah Kota Semarang. Oleh karena itu, PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) melalui salah satu entitas anak usahanya, PT Enseval Putera Megatrading Tbk (Enseval) mendorong para pemilik toko obat untuk mengurus izin agar bisnis yang dijalankan dapat berjalan lancar.

PT Enseval Putera Megatrading Tbk (Enseval) memberikan keterangan terkait pendampingan pengurusan izin toko obat di Kota Semarang, Rabu (19/6/2019). Foto: metrojateng.com/ade lukmono

Menurut Kepala Cabang Enseval Semarang, Akhmad Arifin saat ini ada 30 toko obat yang sudah bekerjasama dengan Enseval. Semua outlet yang bekerjasama didorong untuk segera mengurus legalitas serta mengajak outlet obat lain yang belum mengurus izin untuk segera mengurusnya.

“Namun kami bukan seperti calo yang mengurusi surat-suratnya. Kami hanya memfasilitasi dan mendorong agar segera diurus,” ungkapnya, Rabu (19/6/2019).

Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan, Dinas Kesehatan Kota Semarang, Noegroho Edy Rijanto mendukung langkah Enseval untuk membantu pengurusan legalitas toko-toko obat di Semarang. Dia justru mendorong agar toko obat yang sudah berizin untuk membentuk asosiasi.

“Dengan demikian, pendataan akan lebih mudah serta kami bisa melakukan pendampingan dan pengawasan,” kata Noegroho.

Dia menambahkan, di Kota Semarang masih banyak yang menjalankan bisnis obat dengan sembunyi-sembunyi. Hal itu membuat pemerintah susah melakukan advokasi bila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Di lain sisi, Noegroho bersyukur beberapa pusat perbelanjaan, seperti Superindo sudah mengurus izin toko obat di tiap-tiap outletnya. Dia berharap, mini market yang tersebar di seluruh Semarang juga segera mengurus izin toko obat di tiap-tiap outletnya. Selama ini, minimarket masih sebatas mengurus izin di tingkat pusatnya saja.

Untuk mengurus izin, lanjut Noegroho, sebenarnya tidak terlalu lama. Jika persyaratan sudah dipenuhi, dalam tiga hari izin sudah bisa dikantongi. Dengan demikian masyarakat akan merasa aman karena obat yang dikonsumsinya dapat dipertanggungjawabkan kualitasnya. (ade)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.