Ratusan Buruh PT Indoplas Demak Geruduk Polda Jateng

Adukan Dugaan Penggelapan

Pada tanggal 28 Mei 2019 PT Indoplas ditutup tanpa membayarkan gaji bulan Mei 2019 dan THR karyawan.

SEMARANG – Ratusan buruh PT Indoplas Demak mendatangi Mapolda Jateng, Senin (8/7/2019). Kedatangan 220 buruh tersebut untuk mengadukan dugaan penggelapan uang gaji, THR, dan jaminan hari tua. Selain itu kurang lebih satu bulan terakhir ratusan buruh tersebut juga tidak mendapat kejelasan alias ditelantarkan oleh perusahaan yang beralamat di Kuripan, Karangawen, Demak.

Ratusan buruh PT Indoplas Demak bersama kuasa hukumnya saat mendatangi Mapolda Jateng untuk mengadukan dugaan penggelapan. Foto: metrojateng.com/ahmad khoirul asyhar

Sejak pukul 09.30, ratusan buruh tersebut sudah berada di depan gerbang Mapolda Jateng. Setelah mediasi dengan petugas jaga, perwakilan serikat buruh PT Indoplas didampingi oleh kuasa hukum Nanang Setiono diperbolehkan masuk untuk membuat pengaduan di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Jateng.

“Hari ini kami bersama 220 karyawan PT Indoplas melaporkan dugaan penggelapan yang diduga dilakukan oleh pimpinan PT Indoplas atas uang jaminan hari tua milik karyawan yang sudah dipotong, sejak Januari 2019 hingga April 2019 tidak disetorkan ke BPJS Ketenagakerjaan. Lalu gaji karyawan bulan Mei 2019 dan THR yang tidak dibayarkan. Total kerugian mencapai Rp 1,3 miliar,” kata Nanang Setiono usai membuat pengaduan di Mapolda Jateng.

Nanang menjelaskan, perusahaan yang bergerak pada pengolahan biji plastik tersebut masih berjalan normal hingga 27 Mei 2019 dengan tiga shift kerja. Tiba-tiba pada tanggal 28 Mei 2019 perusahaan tersebut ditutup tanpa membayarkan gaji bulan Mei 2019 dan THR karyawan.

“Sejak ditutup itu sampai sekarang karyawan tidak mendapatkan kejelasan, termasuk status mereka sebagai karyawan dan nasib perusahaan. Sejak tanggal 28 Mei sampai sekarang karyawan tidak bekerja karena ditutup itu,” ungkapnya.

Pihak karyawan sudah berulangkali meminta kejelasan kepada pimpinan perusahaan. Bahkan ratusan karyawan itu juga sudah melapor ke Disnakertrans untuk minta bantuan mediasi dan konsultasi. Pimpinan perusahaan juga sudah tiga kali dipanggil Disnaker untuk mediasi dengan karyawan tetapi tidak pernah datang.

“Pimpinan atas nama Kawedar tersebut berdalih perusahaan sekarang sudah berada di tangan manajemen baru. Kami memang menemukan bukti pengalihan pimpinan, dokumen itu tertanggal 20 Mei atau sepekan sebelum perusahaan ditutup. Ini menjadi preseden buruk bagi dunia usaha karena pihak perusahaan seakan ingin cuci tangan dari tuntutan pembayaran gaji, THR, dan tunjangan hari tua,” papar Nanang.

Atas dasar itulah ratusan buruh PT Indoplas mengadukan dugaan penggelapan sesuai dengan Pasal 372 dan 374 KUHP. Harapannya dari pengaduan ini pihak kepolisian melakukan proses hukum.

“Langkah pertama kami adalah mengadukan ke Polda Jateng dengan harapan ada proses hukum terkait hal ini. Kedua terkait penelantaran 220 karyawan ini akan melakukan gugatan keperdataan di pengadilan hubungan industrial. Selain langkah-langkah tersebut, pada hari Rabu mendatang ratusan karyawan PT Indoplas ini akan menemui Bupati Demak,” pungkasnya. (aka)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.