Ratusan Anak Asah Kreativitas di Gebyar PAUD Kota Magelang

Pemerintah Kota Magelang terus berupaya untuk memberikan perhatian terhadap tumbuh kembang anak.

MAGELANG –¬† Ratusan siswa tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kota Magelang mengikuti sejumlah lomba yang dilaksanakan dalam Gebyar PAUD tahun 2018. Mereka beradu kemampuan untuk menampilkan yang terbaik di hadapan guru maupun orangtua masing-masing.

Gebyar PAUD yang dilaksanakan di kompleks eks Bakorwil II dan halaman Museum BPK RI, Kota Magelang, Rabu (5/12/2018). Foto: metrojateng.com/ch kurniawati

“Ada sebanyak 5 lomba yang dilaksanakan pada Gebyar PAUD tahun ini,” ujar Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Magelang, Taufik Nurbakin, di sela kegiatan yang berlangsung di kompleks eks Bakorwil II dan Halaman Museum BPK RI, Rabu (5/12/2018).

Taufik menyebutkan, lomba tersebut antara lain melukis di atas tampah, membuat alat peraga edukatif ibu dan anak, membuat kreasi dari plastisin, tari kreasi baru, dan menancapkan bendera.

“Selain lomba, juga ada talkshow yang diikuti oleh 130 orang dari Komite Taman Kanak-Kanak (TK) Kelompok Bermain (KB) dan POS PAUD,” ungkap Taufik.

Gebyar PAUD sendiri merupakan kegiatan rutin tahunan untuk peningkatan mutu layanan PAUD. Tujuan lainnya adalah meningkatkan dan mengembangkan kemampuan anak didik, mengembangkan kualitas, kreativitas, dan keterampilan pada anak didik dan pendidik PAUD.

Sementara itu, Wali Kota Magelang, Sigit Widyonindito mengatakan, dirinya mendukung penuh kegiatan Gebyar PAUD. “Semoga pengenalan dan pembelajaran kreativitas pada anak usia dini melalui kegiatan ini dapat terus disinambungkan di masa-masa mendatang,” terangnya dalam sambutan yang dibacakan oleh Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda), Sumartono.

Sigit menuturkan, Pemerintah Kota Magelang terus berupaya untuk memberikan perhatian terhadap tumbuh kembang anak. Di antaranya dengan secara intens bekerja sama secara sinergi dengan beberapa lembaga/organiasi yang menangani langsung terkait perlindungan anak.

Kemudian mencanangkan RT/RW ramah anak, membentuk forum anak, asosiasi pengusaha sayang anak, pusat pembelajaran keluarga (puspaga).

“Kita juga memprakarsai gerakan balita menabung (balibung), gerakan pugar ruang belajar anak (gepura), serta puskesmas ramah anak,” urai Sigit.

Magelang juga meraih predikat sebagai Kota Layak Anak Kategori Nindya Tingkat Nasional. “Semoga tahun depan meningkatmenjadi kota layak anak kategori utama,” harapnya. (MJ-24)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.