Ramadan, 750 Desa Miskin di Jateng Digelontor Paket Pangan

Program Aksi Cepat Tanggap

14 kabupaten tersebut dikenal sebagai juaranya angka kemiskinan. Tingkat perekonomian warganya yang dibawah rata-rata dengan banyak rentan bencana alam

SEMARANG – Tak kurang 750 desa yang tergolong miskin di Jawa Tengah bakal digelontor bantuan paket-paket pangan selama bulan Ramadan. Kepala Program ACT Jateng, Giyanto, mengungkapkan ratusan desa tersebut tersebar di 14 kabupaten/kota.

Sri Suroto, Kepala Cabang ACT Jateng (tengah) bersama jajarannya saat menemui wartawan di kawasan Mugas. (foto: metrojateng.com/Fariz Fardianto)

“Selama ini 14 kabupaten tersebut dikenal sebagai juaranya angka kemiskinan. Karena tingkat perekonomian warganya yang dibawah rata-rata ditambah lagi lokasi tersebut ada banyak bencana alam,” kata Giyanto, saat bertemu wartawan, Rabu (24/4/2019).

Belasan daerah yang akan disasar ACT di antaranya Kabupaten Demak, Blora, Banyumas, Kebumen, Klaten dan Wonosobo. “Terutama kita akan masuk ke desa-desa yang terdata tingkat kemiskinannya tinggi serta yang rentan terkena bencana alam,” ujar Giyanto.

Ia menjelaskan bantuan pangan akan diberikan dengan lima cara. Yang pertama melalui program paket pangan food truck dengan membagikan sedikitnya 4.000 makanan di setiap kabupaten. Bisa juga dengan menyebar paket-paket sembako di 14 kabupaten tersebut.

Selanjutnya, ACT masih punya amunisi untuk mengucurkan paket lebaran dhuafa bagi warga-warga kurang mampu. Kemudian ada pula paket pendidikan khusus anak yatim.

Sri Suroto, Kepala Cabang ACT Jateng menyebut bahwa program bantuan selama Ramadan tahun ini bertajuk “Marhaban Yaa Dermawan”. Ia berharap dapat menyasar seluruh pelosok negeri dengan menggelontorkan ragam bantuan pangan bagi warga kurang mampu.

“Kami juga akan memberangkatkan kapal dari lima titik dengan membawa paket-paket pangan. Insyallah kami akan menyasar ratusan ribu masyarakat prasejahtera di seantero Nusantara,” tandasnya. (far)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.