Pupuk Bersubsidi Hilang di Pasaran

Ilustrasi
Ilustrasi

MUNGKID – Sejumlah petani di Kabupaten Magelang mengeluhkan hilangnya pupuk bersubsidi di lapangan. Mereka terpaksa membeli pupuk non subsidi meski harus berhutang.

Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) “Succes Abadi“ Desa Sucen, Fatkhul Mujib, mengatakan ada informasi yang berkembang jika pengecer telah membuat Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) fiktif untuk mengakses pupuk bersubsidi. Padahal, kondisi langkanya pupuk bersubsidi ini sudah menjadi masalah tahunan.

“Ini sudah tidak benar. Kami meminta agar pemerintah harus lebih meningkatkan pengawasan dan memberi tindakan kepada pengecer yang nakal,” tegas Mudjib.

Wito, salah seorang petani di Desa Sucen, mengeluhkan adanya kelangkaan pupuk ini. Menurutnya, petani merugi jika tidak menggunakan pupuk bersubsidi. Dia juga mempertanyakan manfaat adanya kelompok tani.

“Sebenarnya bukan kali ini saja kami kesulitan mendapatkan jatah pupuk bersubsidi. Tapi sudah sering mengalami hal semacam ini. Kami justru mempertanyakan sistem pengawasan yang dilakukan oleh Dinas Pertanian, kok bisa seperti ini,” keluhnya.

Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan (Distanbunhut), Wijayanti, menjelaskan, distribusi pupuk bersubsidi saat ini sedang diproses. Hal itu lantaran RDKK belum jadi. Sementara, pihak distributor dan pengecer juga belum memegang RDKK. (MJ-14)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

− 2 = 3

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.