Puncak Kemarau, 9 Desa di Sukoharjo Terancam Kekeringan

Puncak kemarau diprediksi akan terjadi pada bulan Agustus mendatang.

SUKOHARJO – Sembilan desa yang tersebar di tiga kecamatan menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Sukoharjo saat masuk musim kemarau tahun ini. Wilayah tersebut berpotensi mengalami kekeringan sehingga perlu dilakukan langkah antisipasi.

Kepala BPBD Sukoharjo Sri Maryanto. Foto: metrojateng.com

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukoharjo, Sri Maryanto memaparkan, wilayah rawan kekeringan paling banyak berada di Kecamatan Weru, yakni Desa Alasombo, Desa Jati Ngarang, Desa Ngreco, Desa Tawang, dan Desa Karangmoho.

“Sedangkan di Kecamatan Bulu meliputi Desa Sanggang dan Desa Kunden. Kemudian Desa Watu Bonang dan Desa Pundungrejo di Kecamatan Tawangsari,” kata Sri Maryanto, Jumat (28/6/2019).

Dia menambahkan, wilayah tersebut memang langganan kekeringan, terlebih saat musim kemarau panjang. Namun kekeringan terjadi tidak dalam satu desa, hanya beberapa titik saja.

Puncak kemarau diprediksi akan terjadi pada bulan Agustus mendatang. Sebagai antisipasi, pihaknya telah berkoordinasi dengan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Sukoharjo dan Basarnas untuk melakukan dropping air.

“Dropping air menjadi solusi terakhir jika nanti warga sudah kesulitan mendapatkan air. Kami sudah berkoordinasi dengan PDAM dan Basarnas untuk dropping airnya,” imbuhnya. (MJ-28)

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.