Puluhan Buruh Gugat PT Pisma Garment Indo Ke Pengadilan

?

DEMAK – Permasalahan ketenagakerjaan antara buruh dengan PT Pisma Garment Indo berlanjut. Puluhan buruh yang didampingi LBH Demak Raya mengajukan gugatan ke Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Demak berkait hak yang belum dipenuhi oleh perusahaan tersebut.

Anggota LBH Demak Raya, A Zaini mengatakan bahwa PT Pisma Garment Indo tidak ada itukad baik untuk memenuhi hak buruh, meliputi gaji pokok dan gaji lembur, yang terjadi sejak pertengahan 2016.

Selama ini, buruh telah mencoba meminta ke Perusahaan tetapi tidak direspon baik oleh perusahaan. Bahkan saat LBH Demak Raya menyelesaikan secara Bipartit juga mental.

“Akhirnya, hari ini kita daftarkan untuk segera diselesaikan di Pengadilan Hubungan Industrial,” ujarnya, Selasa (28/2/2017)

Menurutnya bahwa pemenuhan hak buruh sudah tertuang dalam Peraturan Menteri nomor 1/1999, PP 8/1981, serta UU 13/2003, disebutkan bahwa para pekerja mendapatkan hak untuk memperoleh upah yang layak.

Selain masalah pembayaran gaji terdapat indikasi perusahaan telah melakukan tindakan ilegal yang berupa tidak disetorkanya dana BPJS Ketenagakerjaan. Dalam Peraturan Menteri nomor 4/1993, Peraturan Menteri No 1/1998, Keputusan Presiden nomor 22/1993, Peraturan Pemerintah nomor 14/1993, Undang-Undang nomor 1/1970, UU 3/1992, serta UU 13/2003, disebutkan bahwa pekerja memiliki hak dasar atas jaminan sosial dan kesehatan serta keselamatan kerja.

“Ada yang tidak beres dari kasus ini, maka kami memberikan pendampingan,” lanjutnya.
Nanang Nasir, anggota LBH Demak Raya lain menambahkan, dengan didaftarkanya perselisihan hubungan Industrial di Dinas Tenaga Kerja Demak ini persoalan client nya dengan PT Pisma bisa segera selesai, dan perusahaan segera memenuhi kewajibannya.

“Semoga hanya ini saja, dan tidak terjadi di perusahaan lain,” tandasnya.(MJ-23)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

29 + = 35

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.