PT RUM Terus Sempurnakan Pengolahan Limbah

Limbah dari PT RUM yang dibuang ke sungai sudah memenuhi baku mutu, yakni pH antara 6-9

SUKOHARJO –¬†PT Rayon Utama Makmur (RUM) menyatakan sudah memenuhi seluruh proses dan persyaratan pengolahan limbah yang diminta oleh Pemerintah Kabupaten Sukoharjo. Pasalnya semenjak beroperasinya pabrik tersebut, warga sekitar merasa terganggu lantaran munculnya bau yang tidak sedap dari pabrik.

Bintoro saat memberikan keterangan terkait perkembangan penanganan limbah PT RUM. Foto: metrojateng.com

Bintoro selaku sekretaris dari PT RUM, mengatakan semenjak Bupati Sukoharjo melayangkan surat pemberhentian produksi pada Februari lalu, PT RUM diwajibkan melakukan pembenahan agar bau yang ditimbulkan tidak muncul kembali. Adapun tiga upaya yang dilakukan PT RUM, yakni pemasangan Wet Scrubber atau alat pengolah limbah dengan sistem pengkabutan, pemasangan CEMS (continous emission monitoring system) alat berbasis komputer untuk memantau keluaran gas dan pipanisasi limbah sampai ke sungai besar.

“Semua syarat sudah selesai, terakhir pipanisasi yaitu dengan memperbesar kapasitas pipa untuk limbah sepanjang sekitar tiga km sampai ke sungai jembatan nguter,” terang Bintoro, Kamis (1/11/2018).

Diakui Bintoro, akhir-akhir ini masih tercium bau yang tidak sedap lantaran adanya proses penyempurnaan pipa. Akan tetapi bau yang tidak ditimbulkan dari gas dan limbah cair tersebut sudah dilakukan penanganan. Bahkan ia sudah menyampaikan kepada warga sekitar untuk memaklumi.

Dilanjutkan Bintoro, saat ini progres pengolahan limbah tersebut sudah sesuai dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup nomor 7 tahun 2012 mengenai baku mutu rayon. Yakni batas baku mutu limbah sebesar 30 kg H2S untuk 1 ton fiber rayon. Bahkan PT RUM bisa mencapai limbah hanya 1 kg saja.

“Limbah dari PT RUM yang dibuang ke sungai sudah memenuhi baku mutu, yakni pH antara 6-9 bahkan cenderung selalu di angka 7 artinya sudah layak buang dan tidak membahayakan,” imbuhnya.

Ditambahkan Bintoro, PT RUM berkomitmen untuk menciptakan industri ramah lingkungan dan dipastikan pabrik tekstil tersebut memiliki pengolahan teknologi terbaru, yakni teknologi Autrosel. Diketahui Austrosel merupakan perusahaan rayon dari Austria yang telah menjadi rujukan pabrik rayon tingkat dunia.

Selama ini PT RUM juga masih mengimpor sebagian bahan baku serat kayu keras dan bahan baku kayu lunak dari Austria dan Kanada. (MJ-28)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.