PT KAI Sebut Pemkot Tak Berkontribusi pada Lawang Sewu

image

PT KAI selaku pengelola Lawang Sewu tidak habis pikir dengan Inspreksi Mendadak (Sidak) yang dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang pada Kamis (1/10) lalu. Apalagi, dalam Sidak tersebut disinggung mengenai tunggakan pajak Lawang Sewu yang belum dibayarkan selama empat tahun dan ancaman penyegelan.

Menurut Kepala Museum PT KAI (Lawang Sewu), Sapto Hartoyo bahwa Lawang Sewu merupakan Cagar Budaya yang tidak perlu disidak. “Kami berbeda dengan panti pijat maupun karaoke. Buat apa disidak? Seharusnya bertemu secara baik-baik kan bisa,” kata dia heran, Senin (5/10).

Dia menambahkan, jika memang ada aturan yang mengatur bahwa Lawang Sewu harus membayar pajak, maka dia siap membayarnya karena PT KAI bukan perusahaan kecil. Namun dia juga mempertanyakan, kenapa baru tahun keempat ini pajak Lawang Sewu dipermasalahkan.

Padahal selama ini, Pemkot Semarang sering menggunakan Lawang Sewu sebagai venue beberapa acara, terutama event-event pemerintahan yang diadakan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar). “Para tamu dari Pemkot biasanya juga kami beri free pass (gratis). Lawang Sewu juga selalu digembar-gemborkan sebagai ikon Kota Semarang,” imbuhnya.

Sapto mengatakan, jika nantinya benar-benar Lawang Sewu diharuskan untuk membayar pajak retribusi, maka dia akan menaikkan harga tiket agar sesuai dengan pendapatan dan operasional. Tetapi dia ingin Pemkot melihat dari sisi dampak ramainya Lawang Sewu, yaitu bergeraknya roda perekonomian warga sekitar Lawang Sewu. “Jangan hanya dilihat banyaknya pengunjung, lalu menarik pajak karena potensinya besar,” pungkasnya.

Sementara itu, Manager Humas PT KAI Daop IV, Supriyanto mengatakan, sesuai Undang-undang 28 tahun 2009 tentang Cagar Budaya, seharusnya Pemkot yang justru harus memberikan dana kepada Cagar Budaya di daerahnya.

“Saat ini pun, kontribusi Pemkot dalam renovasi Lawang Sewu tidak ada. Kami sudah mengeluarkan dana sekitar Rp 10 miliar untuk merawat kawasan Lawang Sewu demi kenyamanan pengunjung Museum Kereta Api ini,” bebernya. (ade)

Ucapan Lebaran 1440
Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

55 − = 45

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.