PT Dafam Property Indonesia, Tbk , Bukukan Laba Bersih Rp 6,86 miliar

PUBLIC EXPOSE- Jajaran Direksi PT Dafam Property Indonesia, Tbk dengan kode saham (DFAM), Foto bersama setelah melakukan Public Expose di Hotel Dafam Semarang, Rabu kemarin. (tya)

SEMARANG- PT Dafam Property Indonesia, Tbk dengan kode saham (DFAM) hingga akhir tahun  2019,berhasil membukukan laba bersih Tahun Berjalan Perseroan mencapai Rp 6,86 miliar. Laba bersih ini meningkat  Rp 5,55 miliar atau naik 425,04% dibanding tahun 2018  yang mencapai Rp 1,31 miliar.

Billy Dahlan, Direktur Utama PT Dafam Property Indonesia, Tbk., dalam Public Expose PT Dafam Property Indonesia, Tbk., di Hotel Dafam Semarang, Rabu kemarin mengatakan  kinerja pendapatan bersih tumbuh 6,78% atau  Rp9,97 miliar dari tahun sebelumnya hingga mencapai Rp157,03 miliar.

PT Dafam Property Indonesia, Tbk., merupakan perusahaan yang bergerak di bidang Real Estat, Aktivitas Jasa Profesional & Teknis menempati Sektor  Trade, Service & Investment dengan Sub Sektor  Tourism, Restaurant & Hotel di daftar Emiten Bursa Efek Indonesia, spesialis dalam pengembangan properti, pengelolaan gedung, sewa gedung, perhotelan dan jasa manajemen hotel melalui Entitas Anak hari ini melaksanakan paparan publik (Public Expose) Tahunan-nya  untuk yang kedua kalinya setelah menjadi Perusahaan Terbuka ( Tbk) dan yang telah Listing di Bursa pada tanggal 27 April 2018 lalu.

“Sampai tahun 2019 DFAM selain telah merealisasikan penawaran Umum Saham Perdananya, juga mengembangkan usaha dengan pembentukan KSO Dafam Tiga Putra melalui Entitas Anak PT Dafam Maju Bersama, menggarap perumahan subsidi di Jawa Timur (Madiun, Magetan). Pengembangan Properti Perseroan lainnya, yaitu Madanaya Modern Residence di wilayah Gringsing Batang,” tambahnya.

Melalui Entitas Anaknya PT Dafam Hotel Management telah mengelola 25 Hotel & Resort/ Villa, dengan 2554 kamar, yang tersebar di 20 Kota di Indonesia dengan didukung 307 karyawan professional. “Ke depan kami melakukan digitalisasi disemua sektor termasuk untuk perumahan residential maupun FLPP (bersubsidi),” jelas Billy.(tya)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.