PSIS: Terima Kasih Jafri Sastra

Tujuh poin dari 21 poin maksimal yang bisa dihasilkan di kandang, jelas bukan hasil ideal untuk PSIS yang di awal musim menargetkan finish delapan besar.

SEMARANG – Jafri Sastra akhirnya terdepak dari kursi pelatih PSIS Semarang. Bagaimanapun manajemen Mahesa Jenar tetap mengapresiasi kinerja pria 53 tahun tersebut yang punya andil meloloskan tim Ibukota Jateng dari jerat degradasi.

Direktur Utama PSIS, Kairul Anwar didampingi Manajer Setyo Agung Nugroho (kiri) dan GM Wahyoe ‘Liluk’ Winarto mengumumkan pemecatan Jafri Sastra, Kamis (8/8/2019). Foto: metrojateng.com

Kebersamaan Jafri Sastra dan PSIS resmi berakhir per 8 Agustus 2019. Sebelumnya dia ditunjuk sebagai pelatih kepala pada 23 Agustus 2018 menggantikan posisi Vincenzo Alberto Annese.

Sukses membawa PSIS bertahan di Liga 1, Jafri diganjar perpanjangan kontrak berdurasi dua tahun hingga akhir Desember 2020. Namun, kerja sama kedua kubu harus diakhiri lebih cepat setelah rentetan hasil buruk yang dicapai Hari Nur Yulianto cs.

Mahesa Jenar gagal menuai poin dalam tiga laga terakhir yang berlangsung di kandang sendiri. Jawara Liga Indonesia 1999 itu takluk dari Persib 0-1, dikalahkan PS Tira-Persikabo 0-2 dan tumbang 1-3 di tangan Persipura. Sebelumnya mereka juga kalah 1-2 dari Kalteng Putra di pekan perdana.

Dari tujuh pertandingan kandang, PSIS hanya sanggup memetik dua kemenangan, sekali seri dan sisanya berakhir dengan kekalahan. Tujuh poin dari 21 poin maksimal yang bisa dihasilkan di kandang, jelas bukan hasil ideal untuk PSIS yang di awal musim menargetkan finish delapan besar.

“Tidak ada yang salah dengan coach Jafri. Kami sampaikan terima kasih kepada beliau yang berperan penting membawa PSIS bertahan di Liga 1 sampai saat ini,” kata Direktur Utama PSIS, Kairul Anwar, Kamis (8/8/2019).

“Keputusan ini bukan semata-mata desakan dari suporter. Memang kami akui suporter merupakan salah satu elemen dari tim, tapi kami melihat banyak aspek dan melakukan evaluasi secara keseluruhan. Ada target-target yang tidak bisa dicapai, sehingga manajemen harus bersikap dan mengambil keputusan,” tandas Kairul Anwar.

Koreo Panser Biru yang ditujukan untuk Jafri Sastra saat PSIS menjamu Persib Bandung di Liga 1 2018. Foto: metrojateng.com

Selama setahun bersama PSIS, rapor Jafri Sastra sebenarnya juga tidak buruk-buruk amat. Ada 26 pertandingan di Liga 1 yang sudah dilakoni dengan persentase kemenangan 46,15 persen (12 kali), 4 seri dan 10 kali kalah.

Sayangnya, empat dari 10 kekalahan tersebut terjadi musim ini di kandang sendiri. “Kami tidak bisa menyapu bersih laga home. Empat kali kalah di kandang tentu saja bukan hasil positif untuk tim ini,” imbuh Manajer PSIS, Setyo Agung Nugroho.

Manajemen Mahesa Jenar juga tak mau gegabah dalam mencari pengganti Jafri Sastra. General Manager PSIS, Wahyoe ‘Liluk’ Winarto mengakui jika mencari pelatih saat musim sudah berjalan juga tidak mudah.

“Sementara kami maksimalkan sumber daya yang kami miliki. Kami punya Direktur Teknik Bambang Nurdiansyah, M Ridwan dan Widyantoro. Kami belum putuskan siapa di antara mereka yang akan menjadi carteker, sambil menunggu pelatih baru,” kata dia.

Siapapun yang ditunjuk, tugas berat sudah menanti. Pasalnya, PSIS bakal melakoni dua laga away berturut-turut ke kandang Semen Padang (16/8) dan Bhayangkara FC (20/8). Saat ini Tim Kota Lunpia bercokol di peringkat 11 dengan poin 14 dari 12 pertandingan. (twy)

 

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.