PSIS Serius Berinvestasi dengan Pemain Muda

Prioritas asal Semarang

Mereka yang menjadi bagian proyek ini diharapkan bisa mengisi skuad Mahesa Jenar untuk 3-4 tahun ke depan.

SEMARANG – PSIS Semarang makin serius dengan program pembinaan pemain muda sebagai investasi klub di masa depan. Talenta-talenta muda asal Semarang masih jadi prioritas untuk direkrut.

Direktur Elite Pro Academy PSIS, M Ridwan (kiri) memaparkan tentang program dan persiapan tim di musim 2019. Foto: metrojateng.com/tri wuryono

Melalui program Elite Pro Academy, PSIS Semarang bakal mewadahi pemain-pemain muda usia 16-20 tahun dalam pola pembinaan yang berkesinambungan. Mereka nantinya juga akan berpartisipasi dalam kompetisi U-16, U-18 dan U-20 yang digulirkan oleh PSSI.

“Elite Pro Academy memang menjadi syarat wajib klub-klub yang berlaga di Liga 1. Tapi, PSIS tak mau hanya sekadar berpartisipasi karena kami sangat serius untuk pengembangan pemain di level usia muda,” kata M Ridwan, Direktur Elite Pro Academy PSIS Semarang, Selasa (7/5/2019).

Mantan winger PSIS itu mengakui bahwa level pembinaan pemain muda di Semarang tertinggal dibanding daerah lain. “Dari Festival Elite Pro Academy U-16 di Sawangan Depok, beberapa waktu lalu, kami mendapat pelajaran berharga bahwa level pembinaan di Semarang sudah tertinggal. Di kota-kota lain rutin digelar kompetisi untuk kelompok umur,” Ridwan menambahkan.

Padahal, kata dia, pembinaan usia dini sangat krusial untuk memberi pemahaman kepada pemain muda tentang bermain sepakbola dengan benar. “Academy ini menjadi bank pemain, sekaligus sebagai wadah pembinaan sepakbola di Semarang. Di sini kami menyiapkan anak-anak muda untuk menjadi pemain profesional,” tandas Ridwan.

Menurutnya, kompetisi dibutuhkan para pemain muda. Karenanya PSIS juga menggelar festival pro academy U-16 yang diikuti 13 tim asal Semarang dan dua dari luar kota. Ajang tersebut sekaligus sebagai proses penjaringan pemain yang akan diikutkan dalam kompetisi Liga 1 Elite Pro Academy U-16.

Hasilnya, terkumpul 26 pemain yang didominasi anak-anak Semarang. “Pemain asal Semarang tetap menjadi prioritas, meskipun kami juga tak menutup mata jika ada pemain dari luar kota. Di Elite Pro Academy U-16, kami memiliki 26 pemain dan hanya 8 pemain yang dari luar Semarang,” beber Ridwan.

Tim paling muda PSIS itu dibesut oleh Titan Wulung Suryata dan sudah mulai berkompetisi sejak 19 April silam. Mereka berada di Grup A bersama Badak Lampung FC, Semen Padang, PSS Sleman, Persija Jakarta dan PS Tira-Persikabo.

Kurikulum Filanesia

Namun, Ridwan menegaskan bahwa program Elite Pro Academy lebih mengedepankan proses pembinaan. “Inilah yang harus dipahami bahwa pembinaan pemain di level kelompok umur kita hanya ingin memberi pemahaman tentang bermain sepakbola sesuai Kurikulum Filanesia (Filosofi Sepakbola Indonesia). Jadi, bukan hasil (pertandingan) yang utama,” kata dia.

Agung Fendy, salah satu penggawa PSIS U-19 yang masih dipertahankan. Foto: metrojateng.com/tri wuryono

Pemahaman yang sama juga wajib dimiliki para pelatih yang dipercaya membesut pemain-pemain muda tersebut. Lebih lanjut Ridwan menjelaskan, Filanesia memberi panduan dalam hal lingkup sepak bola, seperti penjenjangan latihan berdasarkan usia, pengembangan teknik pemain, dan ciri-ciri bermain di lapangan.

Adapun untuk Tim U-18, Ridwan memercayakan kepada Khusnul Yaqin yang musim sebelumnya menjadi salah satu asistennya di PSIS U-19. Di kelompok ini juga sudah melakukan proses seleksi dengan merekrut 28 pemain, 17 di antaranya merupakan produk akademi lokal Semarang.

Mereka akan mengikuti kompetisi Liga 1 U-18 yang digulirkan mulai 15 Juni 2019. “Untuk Tim U-18 kami baru akan memulai latihan perdana besok Kamis (9/5). Kemungkinan PSIS akan memulai kompetisi tanggal 18 Juni,” imbuh Ridwan lagi.

Sedangkan tim U-20 baru akan memulai kompetisi pada 11 Juli 2019. Tim ini sebagian besar merupakan penggawa PSIS U-19. Termasuk Agung Fendy yang sempat dipromosikan ke tim utama.

Investasi Jangka Panjang

Sementara, Direktur Bisnis PSIS, Ferdinand Hindiarto mengatakan, program Elite Pro Academy bakal menjadi investasi jangka panjang buat klub. Mereka yang menjadi bagian proyek ini diharapkan bisa mengisi skuad Mahesa Jenar untuk 3-4 tahun ke depan.

Tim Elite Pro Academy PSIS U-16. Anak-anak muda ini diharapkan bisa menjadi pilar skuad Mahesa Jenar di masa depan. Foto: metrojateng.com/dok psisfcofficial

“PSIS tidak mau main-main dengan program Elite Pro Academy karena ini akan menjadi investasi di masa depan. Hasil pembinaan baru bisa dinikmati untuk empat tahun mendatang. Kalau kami bisa mengambil pemain dari akademi, tentunya sangat menguntungkan secara bisnis karena klub tidak perlu mengeluarkan dana besar untuk membeli pemain,” papar Ferdinand.

Dia mencontohkan Manchester United yang sukses menelurkan ‘Fergie Babes-nya’ bersama David Beckham cs atau La Masia-nya Barcelona yang melahirkan pemain-pemain top seperti Lionel Messi dan Xavi Hernandez.

Musim ini ada empat eks penggawa PSIS U-19 yang dipromosikan ke tim senior. Mereka adalah M Fadli, Aqsha Saniskara, Eka Febri dan Yoga Adiyatama. Mereka juga sudah teken kontrak untuk jangka panjang bersama Mahesa Jenar.

Namun, Manajer Tim PSIS Setyo Agung Nugroho menjelaskan bahwa sistem promosi degradasi tetap diberlakukan kepada pemain-pemain muda tersebut. “Ini kan pembinaan yang berjenjang. Ketika tim senior membutuhkan pemain, mereka bisa menggunakan pemain-pemain dari akademi. Tapi, ketika mereka tidak berkembang di tim senior, bisa dikembalikan lagi untuk diisi pemain lainnya,” tandasnya. (twy)

Ucapan Lebaran 1440
Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.