PSIS Seharusnya Berada di 3 Besar, jika…

Sepanjang putaran kedua, perolehan poin PSIS hanya kalah dari dua tim yang saat ini bersaing di jalur juara, Persija Jakarta dan PSM Makassar.

SEMARANG – PSIS sudah menyegel satu tempat di Liga 1 musim depan. Sempat terseok-seok hingga paruh musim, Hari Nur Yulianto dkk tampil menggila di putaran kedua dan memastikan aman dari degradasi sebelum kompetisi berakhir.

General Manager PSIS, Wahyu ‘Liluk’ Winarto bersama pemain merayakan laga kandang terakhir musim ini di Stadion Moch Soebroto Magelang.  PSIS menyempurnakan performa impresif di putaran kedua dengan kemenangan atas Persipura, Sabtu (1/12/2018). Foto: metrojateng.com

Skuad Mahesa Jenar menutup laga kandang terakhir dengan cara Istimewa. Melakoni pekan ke-33 di Stadion Moch Soebroto, Sabtu (1/12/2018), armada Jafri Sastra melibas Persipura Jayapura 2-1 lewat brace Bruno Silva.

Itu adalah kemenangan kandang keenam beruntun yang ditorehkan PSIS. Lebih spesifik lagi, juara Liga Indonesia 1999 tersebut sukses menyapu bersih laga kandang sejak dibesut Jafri Sastra.

Datang sebagai tim promosi, PSIS sempat diterpa serangkaian masalah di awal musim. Mereka harus melakukan pergantian pelatih hanya sepekan sebelum kompetisi bergulir.

Subangkit yang berhasil mengantar promosi terpaksa didepak karena hasil-hasil minor selama pramusim. Sebagai gantinya, Manajemen Mahesa Jenar menunjuk pelatih muda asal Italia, Vincenzo Alberto Annese.

Mantan pelatih Timnas Armenia U-19 itu juga gagal mendongkrak performa Hari Nur cs. PSIS pun menutup paruh pertama kompetisi di peringkat 16 atau zona merah, dengan perolehan 19 poin, hasil lima kali menang, empat seri dan delapan kali kalah.

Klasemen Liga 1 putaran pertama. Foto: twitter @Liga1Match

Annese pun akhirnya juga harus angkat kaki usai gagal menghadirkan kemenangan di tiga laga awal putaran kedua. Saat itu PSIS hanya mampu memetik satu poin berkat hasil imbang kontra PSM Makassar. Dua laga lainnya berujung kekalahan, masing-masing lawan Bali United (0-2) dan Bhayangkara FC (1-2).

Tapi, peruntungan PSIS semakin membaik sejak Jafri Sastra ditunjuk sebagai pelatih kepala. Padahal pria asal Payakumbuh Sumatera Barat itu baru saja diputus kontrak oleh klub Liga 2, Persis Solo. Kemenangan atas tuan rumah PSMS Medan di pekan ke-21 mengawali ‘comeback’ sensasional Mahesa Jenar.

PSIS secara perlahan mentas dari zona merah dan bersaing di papan tengah bersama tim-tim besar lainnya, macam Arema FC, Bali United, Persipura maupun Madura United. Bahkan mereka menjelma menjadi tim kuda hitam di putaran kedua.

Mahesa Jenar cukup konsisten mendulang poin. Hingga pekan ke-33, skuad racikan Jafri Sastra sudah mengumpulkan 46 poin. Artinya mereka sukses menambah 27 poin di paruh kedua kompetisi.

Klasemen Liga 1 hingga pekan ke-33. Foto: twitter @Liga1Match

Raihan itu seharusnya bisa lebih baik lagi andai PSIS tidak mendapat hukuman penalti konyol di kandang Persela Lamongan dan Madura United. Dalam dua away tersebut Mahesa Jenar harus puas mengakhiri pertandingan dengan skor 1-1 dan 2-2.

Torehan tersebut sangat luar biasa di tengah persaingan ketat liga musim ini. Sepanjang putaran kedua, perolehan poin PSIS hanya kalah dari dua tim yang saat ini bersaing di jalur juara, Persija Jakarta dan PSM Makassar.

Persija sukses membukukan 34 poin dan sementara memuncaki klasemen dengan 59 poin. Sedangkan PSM yang baru memainkan 32 pertandingan, berhasil menambah 29 poin di paruh kedua dan berada di posisi runner up dengan perolehan 57 poin.

Pencapaian PSIS jauh melampaui juara paruh musim, Persib Bandung yang tampil melempem di putaran kedua dan hanya menambah 22 poin. Begitu juga dengan juara bertahan Bhayangkara FC yang hanya mengoleksi 23 angka.

Bagaimana dengan sesama tim promosi, Persebaya dan PSMS? Bajul Ijo hanya mengumpulkan 25 poin dari 16 laga di putaran kedua. PSMS bahkan lebih buruk lagi. Skuad Ayam Kinantan cuma menambah 19 poin dan saat ini masih berjuang keluar dari zona degradasi.

Hari Nur dan Bruno Silva berperan besar dalam kebangkitan PSIS. Foto: metrojateng.com

PSIS dan Jafri Sastra sudah meraih delapan kemenangan, dua kali imbang dan tiga kekalahan dengan total poin 26. Satu poin di putaran kedua didapat bersama Vincenzo Annese saat berimbang 1-1 kontra PSM Makassar.

“Kerja keras yang berbuah positif. Semua komponen tim melakukan tanggung jawabnya masing-masing. Termasuk pemain dan saya sebagai pelatih, sehingga hasilnya bisa maksimal. Jangan lupakan pula peran suporter yang selalu mendukung dan mendoakan kami,” kata Jafri Sastra.

Sementara, General Manager PSIS Wahyu Winarto mengakui kemenangan atas PSMS menjadi titik balik kebangkitan timnya. Kemenangan di Medan mengembalikan kepercayaan diri pemain.

“Alhamdulillah kami bisa tetap solid meski sempat mengalami masa-masa sulit dan punya tekad kuat untuk bersama-sama berjuang keluar dari zona degradasi. Terima kasih juga untuk seluruh pendukung PSIS dan warga Kota Magelang. Musim ini menjadi pengalaman berharga bagi kami,” tandasnya.

PSIS masih menyimpan satu laga lagi kontra Persebaya Surabaya. Pertandingan tersebut bakal digelar di Stadion Gelora Bung Tomo, Minggu (9/12) mendatang. (twy)

 

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.