PSIS Nikmati Persaingan Ketat di Liga 1

Jika mampu mengamankan lima laga kandang, PSIS bakal mendapat tambahan 15 poin, sehingga total poin yang dipunya menjadi 42.

SEMARANG – PSIS Semarang menikmati ketatnya persaingan Liga 1 musim ini. Sapu bersih lima laga kandang jadi target realistis Tim Kota Lunpia demi bertahan di kompetisi elite.

Ibrahim Conteh menjadi motor lini tengah Mahesa Jenar untuk menggedor pertahanan Barito Putera. Foto: metrojateng.com/tri wuryono

Liga 1 2018 memasuki sepertiga akhir kompetisi. Masih ada 10 pertandingan harus dilakoni dengan 30 poin maksimal yang bisa diraup masing-masing tim.

General Manager PSIS, Wahyu Winarto menyebut persaingan Liga 1 musim ini paling ketat dalam beberapa tahun terakhir. Rapatnya perolehan poin dari 18 kontestan mengindikasikan level permainan yang cukup berimbang.

“Musim ini sulit diprediksi karena perolehan poinnya sangat ketat. Semua masih bisa terjadi sampai akhir kompetisi. Tim-tim yang saat ini berada di 10 besar juga masih belum benar-benar aman,” kata Liluk, sapaannya, Kamis (11/9/2018).

Hingga pekan ke-24, PSIS Semarang yang menghuni peringkat 16 atau batas akhir zona degradasi dengan perolehan 27 poin hanya dipisahkan 10 poin dengan Bali United di posisi kelima. Hari Nur Yulianto dkk hanya tertinggal lima poin dari Persela Lamongan di peringkat 10.

Menurutnya, 10 pekan terakhir akan menjadi laga ‘final’ bagi tiap kontestan, termasuk PSIS. Lima laga di antaranya bakal dilakoni skuad Mahesa Jenar di kandang sendiri, yang dimulai dengan menjamu Barito Putera, Sabtu (13/10) pekan ini.

“Kami tidak bisa memprediksi berapa poin lagi agar benar-benar aman karena bergantung juga dengan hasil tim lain. Tapi setidaknya kami harus bisa menyapu bersih kemenangan di kandang dan satu kemenangan tandang,” beber Liluk.

Jika mampu mengamankan lima laga kandang, PSIS bakal mendapat tambahan 15 poin, sehingga total poin yang dipunya menjadi 42. Namun target tersebut tak akan mudah dicapai, mengingat lawan-lawan yang dihadapi bukan tim kacangan.

Lawan Berat

Setelah Barito Putera, Mahesa Jenar akan menjamu Sriwijaya FC, Arema FC, Persib Bandung dan Persipura. “Ini menjadi tantangan bagi kami dan pemain juga paham dengan situasi yang dihadapi. Mereka terus menunjukkan progress yang bagus bersama coach Jafri Sastra,” kata Liluk.

Menurut mantan Ketua Panpel PSIS ini, pemainnya tetap relaks meski tekanan bakal semakin berat. “Kami harus bisa fokus dan menikmati setiap pertandingan,” tandasnya.

Sementara, jelang laga kontra Barito Putera, Jafri Sastra meminta anak buahnya tak silau dengan posisi lawan yang saat ini menghuni peringkat keenam dengan torehan 36 poin. Menurutnya itu justru bisa jadi tambahan motivasi untuk Ibrahim Conteh cs.

“Saya selalu memberikan masukan ke anak-anak jangan justru merasa lemah jika lawan kita di atas. Namun termotivasi untuk bekerja lebih maksimal lagi untuk menang,” ungkapnya.  

Eks pembesut Mitra Kukar itu akan memaksimalkan waktu yang tersisa untuk membenahi beberapa kelemahan yang terlihat. Beberapa hal yang dimaksud seperti komunikasi antarpemain, organisasi permainan, hingga penyelesaian akhir terus diasah. (twy)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.