PSIS Mengukur Kekuatan di Piala Presiden

Target Lolos Fase Grup

Pelatih Jafri Sastra punya waktu yang cukup ideal untuk memersiapkan skuad dibanding saat berlaga di Piala Indonesia.

SEMARANG – Piala Presiden 2019 jadi momentum PSIS Semarang untuk mengukur kekuatan sebelum kompetisi resmi digulirkan. Lolos dari fase grup menjadi target terdekat yang ingin dicapai armada Mahesa Jenar.

Wallace Costa jadi tambahan amunisi PSIS untuk bersaing di Grup C Piala Presiden 2019. Foto: metrojateng.com/tri wuryono

PSIS bersaing dengan PSM Makassar, Persipura Jayapura dan Kalteng Putra di Grup C yang dimainkan di Stadion Moch Soebroto Magelang. Hari Nur Yulianto cs bakal memulai turnamen dengan meladeni Persipura, Rabu (6/3) malam.

Kali ini pelatih Jafri Sastra punya waktu yang cukup ideal untuk memersiapkan skuad dibanding saat berlaga di Piala Indonesia. Setidaknya ada lima pemain anyar yang menjadi amunisi tambahan, yakni Fauzan Jamal, Kelvin Woppi, Arthur Bonai serta duo Brasil, Wallace Costa dan Claudir Marini Junior.

“Piala Presiden menjadi kesempatan bagus untuk mengukur kekuatan kami karena lawan di sini adalah tim-tim yang nantinya juga akan kami hadapi di kompetisi resmi. Tapi yang¬†paling penting adalah bagaimana tim ini bisa membangun chemistry karena ada banyak pemain baru yang datang,” kata Jafri Sastra, Minggu (3/3/2019).

Pria 53 tahun itu optimistis siap menjalani pertandingan pertama kontra Persipura. “Kami fokus satu pertandingan dulu. Kalau dari progress sejauh ini, pemain sudah semakin siap untuk Piala Presiden,” urainya.

Sementara, General Manager Wahyu ‘Liluk’ Winarto berharap PSIS mampu melewati ujian di laga perdana. Keuntungan sebagai tuan rumah juga harus dimaksimalkan.

“Target lolos dari fase grup. Dengan tambahan pemain-pemain baru, tim juga semakin komplit, sehingga target tersebut sangat realistis. Apalagi PSIS main di kandang sendiri,” katanya.

Hanya juara grup dan tiga runner up terbaik yang berhak lolos ke babak perempat final. Jika berkaca pada klasemen Liga 1 musim lalu, lawan terberat adalah PSM Makassar. Tapi, PSIS sedikit diuntungkan karena Juku Eja harus membagi konsentrasi di AFC Cup.

“PSIS tidak meremehkan lawan-lawan di Grup C. Semua tim masih dalam tahap persiapan untuk musim baru dan tentunya ada perubahan kekuatan dibanding musim lalu. Jadi semua punya kans yang sama,” kata Liluk. (twy)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.