PSIS Ingin Tuntaskan Penasaran atas Bhayangkara FC

Babak 16 Besar Piala Indonesia

Musim lalu, klub milik Polri itu merupakan salah satu dari empat tim yang tak mampu ditaklukkan PSIS.

SEMARANG – Babak 16 besar Piala Indonesia membuka peluang PSIS Semarang untuk menuntaskan rasa penasaran atas Bhayangkara FC, tim yang musim kemarin gagal mereka taklukkan dalam tiga kali kesempatan. Kali ini kedua tim sama-sama sedang membangun kekuatan menatap musim baru.

Hari Nur Yulianto mencetak dua gol dalam tiga pertemuan melawan Bhayangkara FC. Foto: metrojateng.com

Skuad Mahesa Jenar akan lebih dulu bertandang ke Stadion PTIK Jakarta, Selasa (19/2), sebelum giliran menjamu the Guardian di Stadion Moch Soebroto Magelang, Minggu (24/2).

Bhayangkara FC jelas bukan lawan mudah buat Hari Nur Yulianto dkk. Musim lalu, klub milik Polri itu merupakan salah satu dari empat tim yang tak mampu ditaklukkan PSIS.

Selain Bhayangkara FC, PSIS juga belum pernah menang atas Persija Jakarta, PSM Makassar dan Madura United. Dalam dua kali pertemuan di liga, kedua tim berbagi angka 1-1 di Stadion Delta Sidoarjo dan Bhayangkara FC sukses mencuri kemenangan 2-1 di Stadion Moch Soebroto.

PSIS juga harus mengakui keunggulan Bhayangkara FC di turnamen Piala Presiden 2018. Saat itu Mahesa Jenar takluk dengan skor 0-1 lewat gol Jajang Mulyana.

General Manager PSIS, Wahyu ‘Liluk’ Winarto mengatakan, duel kontra Bhayangkara FC menjadi ujian sesungguhnya bagi timnya. “Bhayangkara FC punya materi pemain bagus dan juga sama-sama dari Liga 1. Ini akan jadi tantangan sesungguhnya dan kami juga punya pengalaman menghadapi mereka,” kata dia, Selasa (12/2/2019).

Menurutnya, kans untuk menang tetap terbuka. “Ini baru awal musim, tim-tim lain juga masih berbenah. Begitu juga dengan Bhayangkara FC,” Liluk menegaskan.

Menjelang musim 2019, Bhayangkara FC melakukan perombakan besar-besaran. Nahkoda tim kini beralih dari Simon McMenemy kepada Alfredo Vera. Mereka juga kehilangan playmaker, Paulo Sergio juga hengkang ke Bali United.

Sementara, meski tak banyak merombak skuad, PSIS belum bisa menampilkan komposisi terbaik. Sejumlah personel yang dipertahankan belum semuanya bergabung.

Sejauh ini hanya Joko Ribowo, Fauzan Fajri, Rio Saputro, Bayu Nugroho, Komarudin dan Hari Nur Yulianto, enam pemain lama yang sudah dimainkan. Alhasil, tim Kota Lunpia harus melibatkan pemain-pemain U-19 plus mereka yang berstatus seleksi.

PSIS sukses melaju ke fase 16 besar usai menyingkirkan Persibat Batang dengan agregat 7-2. Sedangkan Bhayangkara FC melibas PSBL Langsa dengan agregat 6-4. (twy)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.