PSIS Imbangi Persela, Jafri: Hasil yang Adil

Keberhasilan mencuri poin di Lamongan tersebut merupakan buah kedisiplinan Hari Nur Yulianto dkk.

LAMONGAN – PSIS Semarang nyaris mematahkan rekor Persela Lamongan di Stadion Surajaya, Jumat (5/10/2018) malam. Meski harus puas berbagi skor 1-1, pelatih Jafri Sastra menyebut imbang adalah hasil yang adil buat kedua tim.

PSIS menuai satu poin dari kunjungan ke markas Persela

Skuad Mahesa Jenar datang ke Lamongan dengan misi memutus rekor kandang Persela yang belum tersentuh kekalahan dalam 12 pertandingan di Surajaya.

Target tersebut nyaris tercapai ketika Bruno Silva membawa tim tamu memimpin di menit 58 lewat eksekusi free kick. Tapi keunggulan PSIS hanya bertahan 20 menit setelah Wallace Costa sukses menuntaskan hadiah penalti di menit 78.

“Saya sangat mengapresiasi kerja keras semua pemain. Mereka mampu menjabarkan strategi sesuai yang saya mau. Dua tim sama-sama main bagus dan dua gol yang tercipta juga dari set piece. Jadi, imbang adalah hasil yang adil,” kata Jafri usai pertandingan.

Menurutnya, keberhasilan mencuri poin di Lamongan tersebut merupakan buah kedisiplinan Hari Nur Yulianto dkk. Permainan Persela dibuat tak berkembang setelah kedua sayap mereka dimatikan.

“Kami sudah memelajari kekuatan Persela, bagaimana transisi yang mereka lakukan saat merancang serangan. Hari ini kami sukses menutup sisi flang (sayap) mereka,” beber Jafri.

Dua fullback PSIS, Safrudin Tahar dan Gilang Ginarsa berhasil membatasi pergerakan Fahmi Al Ayyubi dan Gian Zola maupun Loris Arnaud untuk menembus dari sisi sayap. Arnaud yang berstatus top skor Persela dengan 12 gol, dibuat mandul dan hanya sanggup melepaskan satu shot on target.

Tuan rumah bahkan harus bermain dengan 10 pemain sejak menit 87 usai Syahroni diganjar kartu merah karena dianggap menyikut Ibrahim Conteh. “Kartu merah di pengujung pertandingan tidak menguntungkan buat kami. Waktunya sudah terlalu mepet sehingga kami gagal memaksimalkan keunggulan jumlah pemain,” Jafri Sastra menambahkan.

Dari kubu Persela, pelatih Aji Santoso mengakui absennya Diego Assis sangat mereduksi kekuatan timnya. “Kehilangan Diego memang membuat serangan kami tidak seperti biasanya. Saya sudah coba Zola dan Fahmi di babak pertama, tapi tidak berhasil,” urainya.

Pelatih asal Malang itu juga menyayangkan kartu merah yang didapat Syahroni. Menurutnya wasit sudah membuat keputusan keliru.

“Syahroni baru sekali melakukan pelanggaran dan langsung kartu merah. Menurut saya seharusnya kartu kuning dulu, tapi saya tetap menghargai keputusan wasit. Tindakan Syahroni seharusnya juga tidak perlu. Ini akan merugikan tim karena dia harus absen di pertandingan selanjutnya,” kata Aji.

PSIS menjadi tim keenam yang mampu membawa pulang poin dari Surajaya, setelah Persebaya, Perseru, Bali United, Madura United dan PSM Makassar.

Tambahan satu poin belum mampu mengerek posisi PSIS dari peringkat 15. Mahesa Jenar memiliki 27 poin, sama dengan Sriwijaya FC yang unggul produktivitas gol. (twy)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.