PSIS Dibayangi Kelelahan

Mahesa Jenar harus bermain tiga kali dalam 12 hari, satu laga home dan dua kali away.

BANTUL – PSIS Semarang dalam kondisi kurang ideal saat menantang tuan rumah PS Tira, Rabu (17/10). Faktor kebugaran dan cedera yang dialami sejumlah pilar Mahesa Jenar jadi tantangan bagi head coach Jafri Sastra untuk memimpin timnya mencuri poin dari Stadion Sultan Agung Bantul.

PSIS bertekad melanjutkan tren positif di markas PS Tira meski dalam kondisi kurang ideal. Foto: metrojateng.com/tri wuryono

PSIS hanya punya jeda tiga hari dari pertandingan terakhir melawan Barito Putera, Sabtu (13/10) sebelum datang ke Bantul. Jafri juga mengakui bahwa padatnya jadwal cukup menguras stamina Hari Nur Yulianto dkk.

“Kami harus bermain tiga kali dalam 12 hari, satu laga home dan dua kali away. Tentunya kami harus bisa memanfaatkan waktu yang sangat mepet ini sebaik mungkin. Kami tak boleh menyerah, dan apapun kondisinya PSIS siap curi poin dari Tira,” katanya, Selasa (16/10/2018).

Periode sibuk PSIS dimulai dari laga tandang kontra Persela Lamongan, 5 Oktober silam. Selanjutnya Tim Kota Lunpia menjamu Barito Putera dan meladeni PS Tira.

Jafri juga dipusingkan dengan absennya dua pilar pertahanan, Petar Planic dan Haudi Abdillah. Duo center back itu harus menepi karena cedera. Kondisi winger Komarudin juga masih meragukan.

“Semua pemain tetap penting bagi tim. Jadi ketika ada pemain yang absen, pemain lain harus siap menggantikan,” beber Jafri.

Kondisi sebaliknya justru terjadi di kubu PS Tira. Skuad berjuluk The Army itu punya waktu istirahat lumayan panjang jika dibandingkan PSIS.

Manahati Lestusen cs memainkan pertandingan terakhir pada 6 Oktober melawan Bhayangkara FC. Sedangkan duel kontra PSMS Medan yang sedianya digelar pada 12 Oktober ditunda.

“Setelah batal lawan PSMS, kami memang fokus melawan PSIS. Semua pemain dalam kondisi bagus dan siap diturunkan, kecuali Abduh Lestaluhu yang dipanggil ke Timnas Indonesia,” kata pelatih PS Tira, Nilmaizar.

Selain recovery yang lebih panjang, skuad The Army juga punya bekal positif berkat kemenangan atas PSIS di putaran pertama. Saat itu klub milik TNI sukses mempermalukan Mahesa Jenar dua gol tanpa balas.

Tapi kali ini kondisi kedua tim sudah berbeda. PS Tira tak lagi diarsiteki Rudy Eka Putra yang digantikan Nilmaizar. Sementara PSIS juga sudah berganti nahkoda dari Vincenzo Alberto Annese ke Jafri Sastra.

Poin kedua tim di papan klasemen hanya beda-beda tipis. PSIS nangkring di peringkat 13 dengan poin 30, unggul dua angka dari PS Tira di posisi 16 yang menjadi batas atas zona degradasi. (twy)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.