PSI Semarang ‘Kecolongan’ Calegnya Kena Tegur Bawaslu

Kita harus mengambil tindakan tegas supaya ada efek jera dan mudah-mudahan menjadi pelajaran juga untuk caleg-caleg lainnya.

SEMARANG- Partai Solidaritas Indonesia (PSI) terkejut dengan teguran yang dilayangkan Bawaslu kepada seorang calegnya berinisial NTWH yang maju di dapil 2 Kota Semarang.

Ilustrasi caleg. Foto: metrojateng.com

Ketua DPD PSI Kota Semarang, Ferdian Fajar mengaku sangat menyayangkan adanya teguran terhadap caleg berinisial NTWH tersebut.

Ia menganggap kecolongan karena yang bersangkutan sebenarnya semula hanya ditugaskan mendampingi caleg DPR RI dari PSI yang punya jadwal kampanye di Pasar Muktiharjo Kidul, Kecamatan Pedurungan.

“Setiap kesempatan sudah kita ingatkan soal aturan-aturan kampanye dan sudah dikasih tahu agar tidak melanggar aturan. Tetapi rupanya karena antusiasme dia yang tinggi saat mengawal caleg DPR RI, maka saat itu dia ternyata ikut menyebarkan alat kampanye. Tentunya kita kecolongan atas kasus ini,” ujarnya, Jumat (16/11/2018).

Ia mengatakan juga melayangkan teguran tertulis kepada yang bersangkutan. Dua hari ke depan tak ada niat baik untuk melakukan klarifikasi kepada pihaknya, ia mengancam akan mencoret NTWH dari daftar caleg PSI.

“Kalau dua hari tidak ada niat baik apapun, dia akan kita coret. Kita harus mengambil tindakan tegas supaya ada efek jera dan mudah-mudahan menjadi pelajaran juga untuk caleg-caleg lainnya supaya mentaati aturan dari partai maupun Bawaslu,” tuturnya.

Ia menjelaskan NTWH merupakan caleg yang berlatar belakang mahasiswa jebolan Fakultas Hukum Undip. Namun diakuinya pula bahwa NTWH dikenal berperangkai buruk. Bahkan cenderung membangkang setiap ada instruksi dari partainya.

“Emang orangnya suka ngeyel. Ya mau enggak mau kita ambil tindakan tegas,” pungkasnya.

Seperti diketahui, NTWH, ditegur Bawaslu lantaran tepergok menggelar kampanye terselubung pada 23 September 2018 lalu. Saat itu, caleg itu tengah blusukan ke Pasar Muktiharjo Kidul.

NTWH kemudian menemui para pedagang Muktiharjon Kidul seraya memperkenalkan diri, menyebutkan nomor urutnya dan membagikan stiker pencalonannya.

Setelah mengusut izin kampanyenya, ternyata saat berada di Pasar Muktiharjo Kidul, dia tidak punya Surat Pemberitahuan Kegiatan (SPK) dan Surat Tanda Terima Pemberitahuan Kampanye yang dikeluarkan oleh Kapolrestabes. (far)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.