Protes Tempat Karaoke, Emak-emak Geruduk Balai Desa

Selain mendesak untuk menutup karaoke, warga juga menuntut adanya laporan terkait dugaan pengerusakan.

DEMAKEmak-emak di Desa Botorejo Kecamatan Wonosalam Kabupaten Demak menggeruduk balai desa setempat. Mereka menuntut usaha karaoke di desanya segera ditutup.

Warga Desa Botorejo Kecamatan Wonosalam Demak memprotes keberadaan tempat karaoke di wilayahnya. Foto: metrojateng.com

Aksi emak-emak yang didukung warga lain itu puncak dari sejumlah karaoke yang masih nekat buka pasca penetapan Perda tentang karaoke.

Kedatangan warga tersebut ditemui langsung oleh Kepala Desa Botorejo Marjo Dudono, Kapolsek Wonosalam AKP Wasito dan Sekcam Mudji Santoso.

Sumarti (45), warga Desa Botorejo mengaku sudah resah dengan keberadaan karaoke di desanya. Meski sudah pernah disegel paksa Satpol PP setempat, pihak karaoke nekat beroperasi.

“Ada lima karaoke di desa ini. Pernah ditutup karena Perda sudah ditetapkan, tapi masih buka, malah buat pintu lain yang ada di sebelah,” katanya, Senin (22/10/2019)

Menurutnya, keberadaan tempat karaoke tersebut dapat merusak generasi muda. Utamanya, dapat merusak nama baik Kabupaten Demak sebagai Kota Wali.

“Semua sudah tahu kalau Demak itu Kota Wali, jangan sampai rusak karena karaoke. Generasi muda juga mau jadi apa,” jelasnya.

Kadarlan (48) warga lain juga mengeluh karena rumahnya berdekatan langsung dengan keberadaan salah satu karaoke. “Rumah saya itu mepet dengan karaoke. Pokoknya harus ditutup,” tegasnya.

Selain mendesak untuk menutup karaoke, warga juga menuntut adanya laporan terkait dugaan pengerusakan. “Ada tujuh warga yang dilaporkan atas tuduhan pengerusakan, padahal tidak ada bukti. Kami minta itu dicabut,” paparnya.

Sementara, Kapolsek Wonosalam AKP Wasito menuturkan bahwa berkait pencabutan laporan pihaknya masih akan berkoordinasi dengan Kapolres dan Kasatreskrim.

“Soal laporan nanti akan saya kordinasikan dengan Pak Kapolres dan Kasatreskrim,” terangnya.

Untuk penutupan, Kapolsek menambahkan, itu kewenangan Pemerintah Kabupaten Demak. Pihaknya juga berkenan mengawal warga untuk menyampaikan tuntutan

“Kalau penutupan itu kewenangan Pemerintah Kabupaten, dalam hal ini Satpol PP. Kalau razia miras dan saham, kami lakukan, tapi penutupan itu Satpol PP. Kami siap mengawal warga,” pungkasnya.(MJ-23)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.