Proteksi Buruh Terkena HIV/AIDS, Dinkes Gelar VCT

TES VCT – Sejumlah karyawan PT Asia Pasific Fiber melakukan tes kesehatan dan voluntary counseling and testin, Kamis (05/12) pagi yang dilaksanakan Dinas Kesehatan Kendal. Foto: metrojateng/edi prayitno

KENDAL – Dinas Kesehatan Kabupaten Kendal menggelar pengecekan kesehatan dan tes voluntary counseling and testing atau VCT  kepada buruh perusahaan di Kaliwungu kendal Kamis (05/12) pagi. Sasaran buruh pabrik karena rentan penyebaran dan terkena HIV/AIDS sehingga perlu dilakukan pengecekan sebagai langkah pencegahan dan proteksi dini.

Data di Dinas Kesehatan Kabupaten Kendal tercatat, penderita penyakit HIV/AIDs mencapai 1015 orang sejak tahun 2000. Sebagian besar penderita merupakan ibu rumah tangga dan buruh pabrik.  Mengantisipasi penyebaran HIV dan AIDS di lingkungan perusahaan dan pabrik, ratusan buruh PT Asia Pasific Fiber Kaliwungu mendapatkan sosialisasi bahaya HIV sekaligus pemeriksaan gratis, serta tes VCT Kamis (05/12) siang.

Kabid Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit, Muntoha mengatakan data terakhir jumlah total 1015 dan yang meninggal 325 orang jadi kurang lebih ada 690 yang masih terdata di Dinas Kesehatan. “Dari data itu 26 persen penderita adalah ibu rumah tangga justru PSK yang diperkirakan tinggi berada di peringkat ke 2 dengan 19 persen. Dibawahnya kalangan buruh laki-laki yang rawan menyebarkan virus HIV/AIDS. Pemeriksaan di lingkungan pabrik ini dilakukan sebagai upaya pencegahan karena buruh rentan dengan penyakit ini mengingat aktivitas yang tidak terbatas,” jelasnya.

Selain melakukan pemeriksaan VCT  juga dilakukan pengecekan kesehatan kepada karyawan pabrik. GM  HRD PT Asia Pasific Fiber, Mettoni mengatakan jumlah karyawan di perusahaan ini 90 persen adalah laki-laki.

“Dari 2.500 buruh karyawan laki-laki menjadi rawan penularan HIV/ADIS sehingga perlu tindakan pengawasan dan pencegahan dini,” katanya.

Dengan menggandeng Dinas Kesehatan, karyawan di perusahaan ini melakukan tes VCT dan menerima sosialisasi bahaya penyebaran HIV/ADIS. Pemeriksaan dan sosialisasi bahaya HIV di lingkungan perusahaan juga sebagai upaya proteksi secara dini mengingat tingkat kerawanan buruh pabrik terkena virus HIV sangat tinggi.

“Pihak perusahaan juga terus melakukan pemeriksaan rutin kepada karyawan agar terbebas dari penyakit menular yang bisa membahayakan karyawan lainnya,” pungkasnya. (adv)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.