Proses Pembebasan Tersendat, Lahan PLTU Batang Akan Dikonsinyasi

SEMARANG – PembangunanPembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Batang masih tersendat. Saat ini masih ada 19 hektare lahan di calon lokasi PLTU yang belum terbebaskan.

Kepala Dinas ESDM Jateng Teguh Dwi Paryono mengatakan, sebagian pemilik masih meminta ganti rugi tanah dengan nominal yang lebih besar. Sebagian lainnya enggan menjual dengan berbagai alasan. “Karena terus-terusan sulit, jalan terakhir ya konsinyasi,” katanya, Senin (27/4).

Proses konsinyasi ini merupakan langkah terakhir karena tak ada progres signifikan dalam pembebasan lahan. Total lahan yang akan digunakan untuk pembangunana PLTU Batang seluas 226 hektare. Dari lahan yang belum dibebaskan, lokasinya terpisah-pisah.

Untuk itu, pada Senin (27/4) malam, pemprov mengadakan rapat guna membahas dasar pelaksanaan konsinyasi. Salah satunya adalah Undang-Undang Nomor 2 tahun 2012 Tentang Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum.Pembahasan ini untuk mencari cantolan landasan hukumnya. Jika sudah selesai, akan dilakukan sosialisasi, kata Teguh. (byo)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

+ 60 = 69

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.