Propam Berjanji Periksa Oknum Polisi Terkait Kasus Salah Tangkap

Korban sempat “dihajar” saat diinterogasi oleh anggota polisi. Setelah terbukti tidak bersalah, korban dilepas begitu saja dan tidak diantar pulang.

SEMARANG – Bidang Profesi dan Pengamanan (Bid Propam) Polda Jateng masih menyelidiki laporan kasus salah tangkap dan penganiayaan yang diduga dilakukan oleh oknum polisi Polda Jateng. Propam Polda Jateng berjanji akan memeriksa oknum polisi yang diduga salah tangkap dan melakukan penganiayaan terhadap empat warga Desa Pasekan, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang tersebut.

Kepala Desa Pasekan bersama empat warganya yang menjadi korban salah tangkap menunjukkan bukti lapor di Mapolda Jateng. Foto: metrojateng.com/ahmad khoirul asyhar

“Ini masih ditangani Bid Propam. Hingga kini sudah tiga orang korban yang dimintai keterangan terkait hal itu. Kalau untuk oknum polisi kami rencanakan akan diperiksa besok Rabu,” kata Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Agus Triatmaja, saat dikonfirmasi, Selasa (23/7/2019).

Disinggung terkait berapa jumlah oknum polisi yang akan diperiksa terkait perkara tersebut, Agus belum bisa membeberkannya secara detail. Termasuk dari satuan mana oknum polisi tersebut.

Untuk diketahui, pada hari Senin (22/7/2019) siang empat warga Desa Pasekan, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, melapor ke Bid Propam Polda Jateng. Laporan tersebut terkait dugaan kasus salah tangkap dan penganiayaan yang diduga dilakukan oleh oknum polisi Polda Jateng pada Jumat (19/7/2019) lalu.

Empat warga Desa Pasekan berinisial Mk, Fk, Sur, dan Dd tersebut sebelumnya ditangkap dan dituduh menjadi begal di daerah Taman Unyil, perbatasan Kota Semarang dan Kabupaten Semarang yang terjadi pada Jumat (19/7/2019) sekitar pukul 00.30. Tiga orang yakni Mk, Fk, dan Sur ditangkap di tempat kerjanya di daerah Ngampin pada pukul 09.00. Sementara Dd ditangkap pada siang harinya.

“Saya ditangkap Jumat pagi bersama Fk dan Sur kemudian di daerah Bandungan. Saat itu polisi tidak membawa surat penangkapan dan tidak mengaku polisi mana. Di sana saya dan teman saya sempat dipukuli. Setelah itu kami dan satu teman lain yakni Dd diserahkan ke Polsek Banyumanik,” ujar Mk.

Setelah beberapa jam di Mapolsek Banyumanik, keempat warga Desa Pasekan tersebut dilepaskan lantaran tidak terbukti bersalah. Keempatnya dilepaskan sekitar pukul 22.30. Setelah itu, pada hari Minggu malam warga Desa Pasekan sempat menggeruduk Polsek Banyumanik. Mereka menanyakan kejelasan kenapa empat warga tersebut ditangkap.

“Sebenarnya tidak masalah kalau ditangkap dan dimintai keterangan. Masalahnya di sini tidak ada surat penangkapan, lalu yang disayangkan ada kekerasan juga. Apalagi setelah terbukti tidak bersalah tidak ada permohonan maaf dari polisi, dilepas begitu saja dan tidak diantar pulang,” tambah Kepala Desa Pasekan, Juli, saat ditemui di Mapolda Jateng kemarin. (aka)

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.