Promo Trade In Bright Gas, Pertamina Sasar UMKM Magelang

Program ini gratis bagi pelaku usaha yang menukar dua tabung gas melon dengan satu tabung 5,5 kg

MAGELANG – PT Pertamina menyasar sejumlah pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kota Magelang yang masih menggunakan gas LPG 3 kilogram (gas melon). Hal itu dilakukan sebagai tindak lanjut program penukaran gas melon ke gas 5,5 kilogram (Trade In) khusus UMKM dan usaha rumahan (home industry).

Program Trade In Pertamina di Kota Magelang, Rabu (26/9/2018). Foto: metrojateng.com/ch kurniawati

Pelaksanaan kegiatan ini melibatkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Pusat Koperasi Konsumen (PKK) Kota Magelang, Agen Gas Non Subsidi, Satpol PP, Polres Magelang Kota.

“Program ini gratis bagi pelaku usaha yang menukar dua tabung gas melon dengan satu tabung 5,5 kg (bright gas) beserta isinya,” jelas perwakilan agen gas non subsidi PT Wahyu Mega Dewanti, Sarjono, di sela kegiatan, Rabu (26/9/2018).

Menurutnya, penukaran ini justru menguntungkan pelaku usaha, karena kalau membeli sendiri satu tabung bright gas beserta isinya seharga Rp 340 ribu. Sedangkan harga satu tabung gas melon beserta isinya Rp 130 ribu.

“Jika tidak ada program Trade In, konsumen yang menukar dua tabung gas melon menjadi satu tabung bright gas masih harus membayar Rp 100 ribu. Khusus program ini, penukaran dilakukan gratis,” ungkapnya.

Di Kota Sejuta Bunga sendiri, sampai saat ini masih ditemukan UMKM dengan omzet di atas Rp 1 juta sehari yang menggunakan gas melon. Sesuai dengan instruksi Satgas Pangan, UMKM yang boleh menggunakan gas melon adalah yang memiliki omset di bawah Rp 1 juta sehari.

Manager Pusat Koperasi Konsumen (PKK) Kota Magelang, Bambang Setyawan menambahkan, wilayah Magelang termasuk menjadi daerah sasaran program Trade In dengan alokasi sekitar 350 tabung.

“Program penukaran tabung gas ini kita laksanakan satu hari. Kita sisir UMKM yang ditengarai banyak memakai gas melon untuk ditukar dengan gas nonsubsidi berwarna pink,” terangnya.

Dia menuturkan, dari data Disperindag, setidaknya ada 11 UMKM yang menjadi sasaran untuk dilakukan penukaran. Ke-11 usaha ini paling sedikit mengonsumsi gas melon setiap bulan sebanyak 56 tabung dan paling banyak mencapai 450 tabung.

“Yang kami tahu, bagi UMKM yang mengonsumsi lebih dari 14 tabung gas melon setiap bulan sudah harus beralih ke gas nonsubsidi baik berukuran 5,5 kg maupun 12 kg. Nyatanya masih banyak yang memakai gas melon untuk menopang usahanya,” kata Kepala Seksi Bina Usaha Perdagangan Distribusi Barang dan Promosi Disperindag Kota Magelang, Budi Imam Hakim.

Penukaran tabung ini, katanya, berlaku secara nasional dan beberapa daerah lain sudah melakukannya, termasuk Kabupaten Magelang.

Sementara itu, pemilik usaha Kripik Krezzz, Mega Praraharja mengaku, tidak keberatan dengan adanya program penukaran ini. Justru, ia merasa terbantu dan menguntungkan, karena tidak harus membeli sendiri tabungnya yang nonsubsidi dengan harga pasaran.

“Sebenarnya saya juga ingin pakai gas 5,5 kg, karena pasokan gas melon sering tersendat. Di rumah saya juga pakai gas 12 kg, tapi jarang. Harapannya setelah pakai 5,5 kg pasokan gas makin lancar,” katanya. (MJ-24)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.