Progres Normalisasi BKT Mencapai 55 Persen

Pihak BBWS Pemali-Juwana mengupayakan percepatan penyelesaian pekerjaan.

SEMARANG – Proyek normalisasi Sungai Banjir Kanal Timur diharapkan selesai akhir tahun 2019 dengan dilakukannya percepatan. Progres proyek untuk penanganan banjir di wilayah timur Kota Semarang tersebut saat ini sudah mencapai 55 persen.

Eksavator saat memasukan sampah ke dalam truk yang berada di atas jembatan Sawah Besar, Kota Semarang, Selasa (11/12/2018). Foto: metrojateng.com/fariz fardianto

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) kegiatan normalisasi Banjir Kanal Timur, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali-Juwana, Dani Prasetyo menyebutkan, dari tiga paket pekerjaan yang sedang dikerjakan rata-rata sudah mencapai 55 persen.

Yaitu paket pekerjaan dari muara sampai ke jembatan kereta api, paket pekerjaan dari jembatan kereta api sampai ke Jembatan Citarum, dan paket pekerjaan dari Jembatan Citarum sampai ke Jembatan Majapahit.

Ia mengatakan, capaian tersebut sudah sesuai kontrak, karena dijadwalkan seluruh pekerjaan selesai pada bulan Desember 2019. Namun, pihak BBWS Pemali-Juwana mengupayakan percepatan penyelesaian pekerjaan.

‘’Menurut kontrak memang selesai pada bulan Desember 2019, namun kami terus mengupayakan percepatan biar selesainya bisa lebih awal,’’ jelasnya, Minggu (16/12/2018).

Dani menjelaskan, apabila proyek Banjir Kanal Timur tersebut selesai, diharapkan banjir yang biasanya terjadi di wilayah sekitarnya akan bisa tertangani. Sesuai desain, dia mengungkapkan, nantinya di bendung Pucang Gading bisa diset berapa debit air yang bisa masuk di Banjir Kanal Timur, sehingga diharapkan bisa tertampung semua.

‘’Selain itu juga debit air bisa ditampung di badan sungai sehingga tidak sampai melimpasi tanggul,’’ katanya.

Di sisi lain, lanjutnya, untuk banjir dan rob di Jalan Kaligawe juga dalam proses pembuatan bendung di Kali Sringin dan Kali Tenggang. Termasuk pemasangan pompa lima unit berkapasitas dua meter kubik per detik di bendung muara Kali Sringin, dan enam unit pompa dengan kapasitas dua meter kubik per detik di muara Kali Tenggang.

Sementara, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menegaskan, pemkot terus melakukan upaya penanganan secara menyeluruh permasalahan banjir. Dia juga berharap normalisasi Sungai BKT bisa dipercepat.

‘’Semua sedang bekerja memprioritaskan penanangan rob dan banjir di Kota Semarang. Khusus normalisasi BKT, bahkan saya sangat mengharapkan adanya percepatan dalam pengerjaannya,’’ tandasnya. (duh)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.