Program Beasiswa Pendidik S2, AGPAII Jateng Minta LPDP Perpanjang Pendaftaran

Ketua dan Sekeretaris DPW AGPAII Jawa Tengah, Dr Muhammad Ahsan, M.Kom dan Hery Nugroho, M.S.I, M.Si.

SEMARANG – DPW Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII) Jawa Tengah mengapresiasi dibukanya program beasiswa Pendidik S2 yang dikelola LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan) Kementerian Keuangan, sebagaimana dalam Surat Nomor S-873/LPDP.4/2020 tertanggal 21 Oktober 2020 dan Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 524/B2/GT/2020 tertanggal 26 Oktober 2020.

Ketua DPW AGPAII Jawa Tengah, Dr Muhammad Ahsan, M.Kom mengatakan, program ini adalah yang sangat bagus untuk meningkatkan kualitas tenaga pendidikan guna mendukung pemerintah dalam menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul.

Menurut Ahsan yang juga alumni Doktor Unnes, setelah informasi disebar ke seluruh anggota AGPAII Jawa Tengah, ternyata program beasiswa tersebut mendapatkan respon yang luar biasa. Hanya saja, aspirasi guru-guru yang mau mendaftar melalui laman LPDP terkendala dengan persyaratan poin 9, yaitu sertifikat Bahasa Asing TOEFL ITP.

“Bukan masalah nilainya, tetapi terkendala tempat penyelenggaranya tes TOEFL yang diakui oleh pihak pengelola LPDP harus ITP,’’ katanya, Selasa (3/11/2020).

Sebagaimana diketahui , lanjutnya, untuk bisa tes TOEFL sudah ditentukan tempat dan tanggalnya oleh lembaga yang berwenang. Setelah dicek, dia menjelaskan tempat yang terdekat di Jawa Tengah ada di Salatiga, tapi ternyata kuota untuk ikut tes sudah penuh. Kemudian ada lagi di Kota Semarang, namun ternyata waktu penyelenggaraannya juga sudah melewati batas akhir penutupan pendaftaran.

Perpanjang sampai Minggu Keempat Bulan November 2020

Sementara itu, menurut Hery Nugroho, M.S.I, M.Si, Sekretaris AGPAII Jawa Tengah, laporan dari calon peserta yang sudah konfirmasi ke tempat tes TOEFL ITP, apabila mengikuti tes hari ini, maka sertifikatnya baru akan keluar dua minggu lagi.

Melihat kondisi hal ini, menurut Hery jelas tidak mungkin guru bisa mendaftar program yang sangat bagus ini. Karena untuk tes TOEFL dan waktu batas akhir pendaftaran waktunya sangat dekat, yaitu tanggal 6 Nopember 2020, kecuali yang sebelumnya sudah mengantongi sertifikat TOEFL ITP.

‘’Dalam pengamatan kami sangat jarang untuk guru, bahkan ada kemungkinan belum ada yang mempunyai (sertifikat) TOEFL ITP,’’ terangnya.

Oleh karena itu, lanjut Hery, DPW AGPAII Jawa Tengah melalui Ketua Umum DPP AGPAII Pusat memohon dengan sangat kepada Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemdikbud dan Direktur Beasiswa LPDP Kemenkeu, agar memperpanjang waktu pendaftaran sampai minggu keempat Bulan Nopember 2020. ‘’Sehingga nantinya, bagi yang memenuhi syarat bisa ikut seleksi beasiswa S2 secara terbuka,’’ tegasnya.

Kemudian, apabila dipaksakan sesuai dengan waktu pendaftaran yang sudah ditetapkan, khusus beasiswa untuk pendidik/guru tahun 2020, pihaknya mohon perguruan tinggi tempat penyelenggara kuliah beasiswa S2 diperkenankan untuk menggelar Tes TOEFL. Sehingga masalah tes TOEFL akan segera tertangani. Apalagi program studi perguruan tinggi penyelenggara beasiswa S2 LPDP reputasinya bisa diakui, setidaknya terakreditasinya A. ‘’Itupun waktunya juga sangat mepet sekali,’’ ujarnya.

Idealnya, menurutnya kalau perguruan tinggi penyelenggara beasiswa diberi wewenang menyelenggarakan Tes TOEFL, maka waktu pendaftaran diundur sampai minggu kedua bulan Nopember 2020. Kalau ini dilakukan, menurut Hery program yang sudah bagus ini akan bisa diakses guru-guru pilihan di Indonesia untuk mengikuti beasiswa S2. (duh)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.