PPL Di Tengah Pandemi, Mahasiswa UIN Walisongo Tentukan Sekolah Sendiri

FITK UIN Walisongo Gelar Pembekalan Online PPL dari Rumah

Dekan FITK UIN Walisongo Dr. Hj Lift Anis Ma’shumah, M.Ag. saat membuka pembekalan pembekalan online Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Mandiri dari Rumah.

SEMARANG – Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo menggelar pembekalan online Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) mandiri dari rumah. Pembekalan dibuka langsung oleh Dekan FITK UIN Walisongo Dr. Hj Lift Anis Ma’shumah, M.Ag. di Kampus 2 UIN Walisongo pada Rabu, (8/7/2020).

Pembekalan Online PPL Mandiri dari Rumah ini diikuti oleh 691 mahasiswa FITK UIN Walisongo yang pada semester ini sudah saatnya mengambil mata kuliah praktik mengajar. Pembekalan ini mengundang narasumber Ibu Nur Hayati S.Ag.

Dr. Hj. Lift Anis Mas’shumah, M.Ag memberikan apresiasi kepada pengelola Lab. Micro yang telah mendesain kegiatan PPL di tengah pandemi seperti sekarang ini.

“Sebagai pimpinan FITK UIN Walisongo Semarang saya mengucapkan terima kasih kepada Kepala Lab. Micro Teaching Nur Asiyah MAg dan jajarannya atas upaya PPL dari rumah ini, ujarnya.

Meskipun pandemi wabah corona yang belum selesai, FITK UIN Walisongo tetap mengupayakan agar kegiatan akademik dan kegiatan belajar mengajar terus berjalan.

Lift Anis Mas’shumah juga menegaskan kepada para peserta bahwa PPL mandiri dari rumah agar melaksanakan kegiatan ini dengan sungguh-sungguh.

“Keluarkan ide-ide kreatif kalian untuk diterapkan selama PPL nanti di rumah. Jaga semangat serta jaga kesehatan agar semuanya bisa berjalan dengan lancar,’’ tegasnya.

Kepala Laboratorium Micro Teaching, Nur Asiyah MAg menambahkan materi pembekalan PPL yaitu memperluas wawasan dan pengalaman mengajar mahasiswa.

“Sebagai calon pendidik maupun tenaga kependidikan yang profesional, para mahasiswa seharusnya mampu mendidik mengajar dan mampu membangun komunikasi baik secara personal maupun sosial,” ungkapnya.

Tujuan PPL ini membimbing pendidik agar mempunyai ketrampilan dan kompetensi dalam mengajar. “Saya berharap PPL mandiri dari rumah ini bisa berjalan dengan lancar dan sukses meski PPL ini dilaksanakan ditengah Pandemi Covid-19,’’ tambahnya.

Nur Asiyah menambahkan bahwa mahasiswa diberi wewenang untuk menentukan lembaga sekolah secara mandiri di sekitar rumah sendiri.

“Mahasiswa dibolehkan mengajar di lembaga non formal seperti di pondok pesantren maupun di TPQ (Taman Pendidikan Al-Quran) atau saudara yang masih usia sekolah baik SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/MA. Dan mengajarnya boleh di rumah peserta PPL,’’ katanya.

Mahasiswa wajib membuat RPP (Rancangan Praktik Pembelajaran), Silabus, dan membuat laporan akhir PPL. “Intinya dari FITK UIN Walisongo mempermudah proses pelaksanaan PPL pada semester ini. Jika bisa dipermudah kenapa harus dipersulit,” tegasnya. (duh)

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.