PPDB SMA/SMK Jateng, 78.065 SKTM Abal-abal Dicoret

SEMARANG – Sebanyak 78.065 Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) yang diajukan sebagai syarat siswa miskin ikut PPDB online untuk SMA/SMK sederajat di Jawa Tengah, terpaksa dibatalkan. Musababnya, hasil verifikasi yang dilakukan pihak sekolah bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menemukan ribuan SKTM tersebut terindikasi abal-abal.

UNBK
Ilustrasi
Foto: metrojateng.com/dok

Dari total 78.065 SKTM yang dibatalkan itu, rinciannya ada 42.116 SKTM untuk SMK serta 35.949 SKTM untuk lampiran pendaftaran SMA negeri.

“Persoalannya hari ini kan SKTM, banyak komplain yang masuk ke saya. Sebenarnya teman-teman di daerah sudah banyak yang melakukan verifikasi dan bagus, namun ada juga yang kurang serius. Hari ini full semua saya perintahkan untuk verifikasi,” ungkap Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo saat bertemu Kepala Disdikbud Gatot Bambang Hastowo, di kantor Disdikbud Jalan Pemuda, Semarang, Selasa (10/7).

Kepala Disdikbud Jawa Tengah, Gatot Bambang Hastowo mengungkapkan, total daya tampung dalam PPDB SMA/SMK tahun ini mencapai 113.325 siswa. Jumlah pendaftarnya sampai saat ini ada sebanyak 113.092 siswa.

Jumlah peminat SKTM sebesar 62.456. Tetapi, menurut Gatot setelah diverifikasi tinggal 26.507 SKTM. “Ini berarti masih ada kursi yang belum terisi untuk SMA,” ujarnya.

Sedangkan untuk SMK negeri diketahui jumlah pendaftar telah melebihi kuota. Gatot mencatat ada pendaftar sebanyak 108.460 siswa dengan kuota 98.486 orang. Pengguna SKTM sebanyak 86.436. Sedangkan yang masuk seleksi 44.320 atau dengan presentase sekitar 45 persen.

Ganjar menambahkan dirinya menemukan data sejumlah sekolah yang menerima siswa dengan menggunakan SKTM dengan jumlah yang janggal, seperti halnya penggunaan SKTM mencapai di atas 60 persen bahkan ada yang sampai 90 persen.

PPDB online dilaksanakan berdasarkan Permendikbud Nomor 14 tahun 2018 yang mewajibkan pemerintah provinsi menerima siswa tidak mampu paling sedikit 20 persen. “Tapi tidak ditulis maksimumnya, maka terjadi perdebatan,  Saya pastikan setelah ini bertemu dengan pak menteri, sistemnya harus diubah tidak seperti ini,” ujarnya. (far)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

8 + = 10

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.