Potensi WNA Masuk DPT Diperkirakan Masih Bisa Bertambah

Awalnya temuan KPU hanya 12 orang. Sekarang menemukan delapan WNA lagi yang masuk daftar pemilih tetap (DPT). Ini masih berpotensi bertambah.

Foto: Koordinator Divisi Hubungan Masyarakat dan Antar Lembaga, Bawaslu Jawa Tengah, Muhammad Rofiuddin saat memberikan pernyataan kepada media di Dafam, Jalan Imam Bonjol. (Fariz Fardianto/metrojateng.com)

 

SEMARANG – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Tengah telah memerintahkan kepada para Petugas Panitia Pengawas Kecamatan yang tersebar di 35 kabupaten/kota untuk terus mempertebal pengawasan terhadap Warga Negara Asing (WNA) yang mengantongi e-KTP.

Perintah itu muncul seiring adanya temuan sejumlah WNA telah masuk dalam DPT Pemilu 2019.

Koordinator Divisi Hubungan Masyarakat dan Antar Lembaga, Bawaslu Jawa Tengah, Muhammad Rofiuddin mengungkapkan telah mengerahkan semua Panwascam untuk terjun ke wilayah masing-masing guna melakukan penelurusan terhadap para WNA.

“Kami sedang berusaha sekuat tenaga untuk melobi Dispendukcapil daerah untuk menyerahkan daftar warga asing yang sudah dapat e-KTP. Karena dari hasil penelurusan yang kami lakukan saat ini, jumlah WNA yang masuk DPT ternyata masih bisa bertambah. Dari awal temuan KPU hanya 12 orang. Kami sekarang menemukan delapan orang lagi. Sehingga jumlahnya jadi 20 WNA,” kata Rofiuddin, saat ditemui di Lantai Dua Hotel Dafam, Jalan Imam Bonjol, Semarang, Senin (11/3/2019).

Ia menjelaskan jumlah WNA yang masuk DPT berpotensi bertambah lagi. Hal ini mengingat tak semua daftar WNA yang dapat e-KTP diserahkan kepada Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Kependudukan Sipil (Dispermadescapil) Jawa Tengah.

Ia mengaku masih menunggu niat baik dari Dispermades untuk menginformasikan semua WNA yang dapat e-KTP.

“Meski sudah kami minta sejak kemarin-kemarin, tetapi dinasnya belum ngasih datanya ke kami. Makanya, sekarang kami tunggu informasi jumlah WNA yang dapat e-KTP dari mereka. Supaya tim Panwascam bisa menelusuri sendiri sampai ke daerah masing-masing,” ujarnya lagi.

Ia menjelaskan 12 WNA yang ditemukan KPU kini sudah dicoret. Sedangkan delapan orang lainnya yang ditemukan oleh timnya, dalam waktu dekat juga akan dicoret.

Ia menyatakan harus memastikan pencoretan sudah dikerjakan oleh KPU supaya tidak lolos dalam tahap coblosan 17 April nanti.

“Semua WNA yang masuk DPT harus segera dicoret. Dengan begitu, tidak akan merusak sistem demokrasi yang sedang berjalan saat ini,” papar Rofiuddin. (far)

 

 

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.