Potensi Tunggakan Iuran BPJS Kesehatan Capai Rp 78 Miliar

Selain melalui Kader JKN, BPJS Kesehatan juga telah menerapkan pembayaran iuran dengan sistem autodebet,

SEMARANG – Potensi tunggakan iuran oleh peserta BPJS Kesehatan di wilayah Semarang dan sekitarnya mencapai Rp 78 miliar. Untuk meningkatkan kolektibilitas pembayaran peserta program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (KIS), BPJS Kesehatan menerjunkan petugas Kader JKN untuk menagih ke peserta yang menunggak.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Utama Semarang, Bimantoro memberikan penghargaan pada Kader JKN di sela Evaluasi Kader JKN, Selasa (19/2/2019). Foto: metrojateng.com/anggun puspita

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Utama Semarang, Bimantoro mengatakan, upaya menerjunkan Kader JKN ini sangat efektif dalam meningkatkan perolehan iuran BPJS Kesehatan selama tahun 2018.

“Kami mencatat sampai 31 Desember 2018 sebanyak Rp 1,8 miliar iuran tertunggak dari peserta di Kota Semarang dan Kabupaten Demak dapat tertagih melalui Kader JKN sendiri. Maka, kami optimistis potensi tunggakan iuran yang belum dibayar oleh peserta bisa ditagih oleh Kader JKN,” ungkapnya di sela acara Evaluasi Kader JKN, Selasa (19/2/2019).

Diketahui, jumlah tunggakan iuran di wilayah Kota Semarang mencapai Rp 58 miliar dan Kabupaten Demak Rp 20 miliar. Menanggapi cukup besarnya jumlah tunggakan iuran peserta, pihak BPJS Kesehatan mengaku telah menghubungi yang bersangkutan melalui sambungan telepon ataupun Kader JKN secara langsung sudah mendatangi rumah peserta.

“Jumlah tunggakannya bahkan mencapai 12 bulan, sehingga petugas Kader JKN  harus mendatangi setiap rumah peserta agar kembali mengurus dan bisa menggunakan layanan BPJS Kesehatan seperti biasanya,” katanya.

Selain melalui Kader JKN, BPJS Kesehatan juga telah menerapkan pembayaran iuran dengan sistem autodebet, mengingat sampai 1 Februari 2019 peserta JKN sendiri telah mencapai 217.549.455 jiwa.

“Tentunya apabila seluruh orang membayar secara manual akan menimbulkan usaha yang lebih. Seiring dengan makin meningkatnya jumlah peserta JKN, walaupun sudah diwajibkan untuk autodebet, permasalahan kolektibilitas masih menjadi permasalahan,” imbuh Bimantoro.

Sementara pada kesempatan itu, atas tercapainya penagihan tunggakan iuran tersebut, BPJS Kesehatan Cabang Semarang memberikan penghargaan dan apresiasi kepada kader yang berhasil menagih tunggakan iuran terbanyak. Salah satunya yaitu, Yustina Tutik Saryuniati, Kader JKN dari Kota Semarang yang berhasil menagih tunggakan sebesar Rp 222 juta selama periode tahun 2018.

“Saya apresiasi kepada para Kader JKN yang dapat menghimpun tunggakan secara persuasif dengan melakukan pendekatan serta komunikasi yang baik. Selain itu, juga dapat menjelaskan serta menyadarkan pentingnya bergotong royong dan manfaat besar yang didapat dari Program JKN-KIS ini,” katanya. (ang)

 

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.