Potensi Pekerja Informal yang Belum Terlindungi BPJS Ketenagakerjaan Tinggi

Pembayaran total klaim jaminan pada BPJS Ketenagekerjaan Kanwil Jateng dan DIY dari Januari-April 2019 sebanyak 125 ribu kasus dengan total pembayaran Rp 877 miliar.

SEMARANG – Potensi pekerja informal yang belum terlindungi program jaminan sosial ketenagakerjaan di Jawa Tengah terbilang tinggi. Hal itu menjadi tantangan bagi BPJS Ketenagakerjaan Kanwil Jateng dan DIY untuk mendorong kalangan tersebut menjadi peserta.

Deputi Direktur BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Jawa Tengah dan DIY, Moch Triyono sedang memaparkan kinerja BPJS Ketenagakerjaan pada acara media gathering, Rabu (22/5/2019). Foto: metrojateng.com/anggun puspita

Deputi Direktur BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Jawa Tengah dan DIY, Moch Triyono mengatakan, seluruh upaya akan ditempuh untuk melindungi pekerja yang belum terlindungi oleh program jaminan sosial ketenagakerjaan.

“Potensi peserta BPJS Ketenagakerjaan masih tinggi, khususnya di pekerja informal. Kami akan melakukan pendekatan lewat komunitas-komunitas, menggandeng pemerintah daerah dan dinas-dinas terkait, sosialisasi secara masif melalui media cetak maupun media sosial,” ungkapnya di sela media gathering di kantor BPJS Ketenagakerjaan Kanwil Jateng dan DIY, Rabu (22/5/2019).

Diketahui, jumlah peserta dari sektor pekerja informal (bukan penerima upah) memang masih sangat kurang jika dibandingkan dengan pekerja formal (penerima upah).

“Karena jumlah yang masih kurang, kami fokus kepada pekerja informal dengan menggandeng komunitas untuk meningkatkan kepesertaan informal, seperti komunitas petani, nelayan, penderes kelapa, driver online, sektor pariwisata, dan lainnya. Mereka semua butuh perlindungan jaminan sosial untuk menekan pertumbuhan warga miskin baru,” katanya.

Jumlah peserta di wilayah Jateng dan DIY sampai dengan April 2019 untuk tenaga kerja formal (penerima upah) sebanyak 1,8 juta pekerja, tenaga kerja informal (bukan penerima upah) sebanyak 290 ribu pekerja, tenaga kerja jasa konstruksi sebanyak 782 ribu pekerja, sedangkan jumlah perusahaan/ badan usaha yang terdaftar sebanyak 72 ribu perusahaan.

Sementara, pembayaran total klaim jaminan pada BPJS Ketenagekerjaan Kanwil Jateng dan DIY dari Januari-April 2019 sebanyak 125 ribu kasus dengan total pembayaran Rp 877 miliar.

Rincian pembayaran tersebut adalah Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dengan 7.000 kasus dan nilai Rp 39 miliar, Jaminan Kematian (JK) 1.200 dengan nilai Rp 32 miliar, Jaminan Hari Tua (JHT) 107.000 kasus dengan total Rp 800 miliar dan Jaminan Pensiun (JP) 9.000 kasus dengan nilai Rp 5 miliar. (ang)

Ucapan Lebaran 1440
Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.