Poskestren, Saatnya Santri Hidup Sehat

KENDAL – Untuk meningkatkan pengetahuan warga pondok pesantren dan masyarakat sekitarnya tentang kesehatan, Pemerintah Kabupaten Kendal mendirikan Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren) di Puskesmas Kaliwungu. Pos kesehatan ini mengutamakan upaya promotif dan prefentif, dengan penekanan pada peningkatan lingkungan yang sehat di pondok pesantren.

santri sehat
Bupati Kendal Mirna Annisa meluncurkan Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren) di Puskesmas Kaliwungu Rabu (05/04) pagi. (Foto: metrojateng.com/edi prayitno)

Selama ini kawasan pondok pesantren dianggap kumuh, karena santri dan santriwatinya kurang memperhatikan kebersihan dan kesehatan lingkungan. Untuk menghilangkan kesan kumuh inilah,  Pemkab Kendal mendirikan pos kesehatan pesantren di kecamatan Kaliwungu.

Memilih Kaliwungu karena di kecamatan ini ada sekitar 41 pondok pesantren, dengan jumlah santri mencapai 6 ribu orang. Pos kesehatan pesantren ini didirikan untuk  meningkatkan sikap dan perilaku hidup bersih dan sehat bagi warga pondok pesantren dan masyarakat sekitarnya.

“Selain itu pos kesehatan ini untuk meningkatkan peran serta aktif warga pondok pesantren dan wagra masyarakat sekitarnya dalam penyelenggaraan upaya kesehatan serta memenuhi layanan kesehatan dasar bagi warga pondok pesantren,” ujar  Kepala Puskemas Kaliwungu, dr Tri Nur Alis Rahmawati.

Ditambahkan kegiatan oleh dan untuk warga pesantren, diharapkan pesantren dimasa mendatang bisa mandiri khususnya untuk peningkatan kesehatan santrinya. Pendirian poskestren sendiri disambut baik oleh pengasuh Ponpes Miftahul Huda, KH Ahmad Baduhun Badawi. “Pos kesehatan ini akan membantu santri untuk berubah hidup sehat dan menjaga kebersihan,” tegasnya.

Bupati Kendal Mirna Annisa mengatakan, program ini untuk mengubah pola pikir santri yang sebelumnya kurang sadar pentingnya kebersihan dan kesehatan. “Saya menaruh harapan besar dengan program ini bisa dijalankan di seluruh pondok pesantren di Kabupaten Kendal tidak hanya di Kaliwungu saja,” ujarnya.

Lebih lanjut bupati mengatakan program ini tidak hanya berjalan saat diluncurkan saja tetapi terus digalakan dan dilaksanakan. “Selain mengubah pola pikir, Poskestren melakukan upaya pemberdayaan warga pondok pesantren dan masyarakat sekitar dalam bidang kesehatan serta peningkatan lingkungan yang sehat di pondok pesantren dan wilayah sekitarnya,” pungkasnya. (MJ-01)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

37 − 27 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.