Ponsel Dipakai Belajar Anak, Bapak Murka Aniaya Istri

Murka- Tersangka WW(44), saat menjalani pemeriksaan akibat aniaya istri sendiri. di Polres Kebumen, Senin ini)(ist/AL)

 

KEBUMEN,METRO JATENG-Gara gara ponsel dipakai belajar anak, WW(44),seorang bapak asal Kebumen murka, menganiaya istri.  Penganiayan ini bermula , sangIstri  tidak memperbolehkan suami membawa ponsel, karena masih dipakai anak belajar daring malah jadi sasaran pemukulan.

Sang istri MN(36) yang bersama suami mengontrak rumah di Buayan, Kebumen menjadi korban tindak kekerasan  dalam rumah tangga gantian tidak terima dan melaporkan suamike polisi. Akibatnya  sang suami WW dijebloskan ke  sel Polres Kebumen.

“Tersangka WW minta HP, tetapi istrinya tidak boleh dengan alasan sedang digunakan untuk belajar Daring. WW bukannya menyadari, tapi mengamuk istrinya dipukuli” ,ungkap Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan kepada wartawan,Senin.

Sebelum kejadian pada pagi sekitar pukul 10.00,keluarga WW asal asal Banyumas yang tinggal di rumah kontrakan di Buayan Kebumen terkesan baik baik. Namun, kebahagian dalam rumah tangga tiba tiba berubah panas.Kejadian ini dipicu dari ulah WW yang meminta HP yang masih dipakai anak di tengah penyebaran virus korona untuk belajar daring di rumah.

WW yang ngotot meminta ponselnya justru membuat istri yang setia mendampingi anak belajar daring tidak terima. Perang mulut tidak terhindarkan. Tidak terbatas disitu. WW tidak kuasa mengendalikan emosi. Ia main pukul. Istri yang kesakitan berteriak teriak.

“Berawal dari cekcok mulut, selanjutnya tersangka memukul pelipis korban dengan tas yang menyebabkan luka robek”, jelas AKBP Rudy Cahya Kurniawan.

Kapolres menyebutkan saat cekcok, kebetulan Polsek sedang patroli di Pasar Hewan Purbowangi. Rumah kost korban dekat dengan lokasi pasar, sehingga Polsek Buayan dapat melerai pertikaian pasangan.
Ulah sang suami, yang dianggap keterlaluan tidak berhenti disitu saja.

Istri yang terluka tidak terima melaporkan kekerasan yang menimpanya kepada polisi.
Tersangka WW yang menganiaya istri dijerat Pasal 44 ayat (2) Juncto Pasal 5 huruf a Undang-Undang Nomor 23 tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga.(Al)

 

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.