Pompa Mati, Pantura Kaligawe Terendam Banjir Setinggi 60 Cm

SEMARANG – Hujan semalaman yang mengguyur Kota Semarang memicu banjir besar di kawasan jalur Pantura Kaligawe. Ketinggiannya mencapai 60 centimeter. Genangan banjir bahkan masih terlihat pada hari ini, Selasa (9/4/2019).

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juwana, Ruhban Ruzziyatno, menyatakan banjir tersebut dipicu semua pompa air yang terpasang di Kali Sringin dan Tenggang sama sekali tidak berfungsi.

“Saat pengecoran kolam, semua pompanya dimatikan. Itu namanya lengah. Petugasnya baru ngerjain ngecor kolam. Tidak tahu kalau ada hujan. Saya juga kaget,” kata Ruhban saat dikontak wartawan.

Kondisinya kian parah lantaran salah satu anak sungai di Gebanganom mengalami kebocoran. Padahal, di Kali Sringin selama ini terpasang lima pompa. Dan enam pompa di Kali Tenggang.

Untuk menyelesaikan masalah tersebut, pihaknya bakal memanggil para petugasnya serta sejumlah Kapolsek ke kantornya.

“Sore nanti kami ajak rapat sekalian. Termasuk kepolisian untuk bahas masalah ini. Karena saat ini ada kebocoran pada anak sungai Gebanganom,” terangnya.

Ia mengakui ada perbaikan pada beberapa pompa di Kali Tenggang. Ia berjanji segera menuntaskan kejadian ini secepatnya. Ia juga telah memerintahkan seluruh petugas di lapangan untuk mengaktifkan kembali pompa-pompa di sepanjang Kaligawe.

“Pekerjaan normisasi harus dihentikan dulu. Yang penting (Kaligawe) kering dulu,” ungkapnya.

Sedangkan, Kepala BPBD Jateng, Sudaryanto mengaku telah berkoordinasi dengan petugas BPBD Kota Semarang untuk menyedot genangan banjir yang ada di Jalan Raya Kaligawe.

Ia mendapati laporan bahwa banjir setinggi roda mobil. Kondisinya membuat aktivitas pengguna jalan tersendat.

“Kami sudah koordinasi dengan tim terkait. Dan jangka panjangnya, kami minta pengambilan air bawah tanah dikendalikan dulu. Supaya muka tanah tidak terus menurun. Apalagi di Kaligawe kan banyak industri,” ujarnya. (far)

 

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.