Polsek Genuk Tangkap Pencuri Spesialis Gudang di Kawasan Industri Kaligawe

Tiga pelaku terkena tembakan polisi pada bagian kaki.

SEMARANG- Lima orang tersangka pembobolan dua gudang di Lingkungan Industri Kaligawe (LIK), Semarang diringkus petugas Polsek Genuk. Tiga di antaranya terkena tembakan polisi pada bagian kaki.

Rilis kasus pencurian gudang LIK Kaligawe di Mapolsek Genuk, Rabu (24/10/2018). Foto: metrojateng.com/Efendi

Ketiga tersangka yang ditembak polisi karena melawan yakni Sartono (47) warga Gunung Talang Timur, Bendan Duwur, Gajahmungkur, Tri Joko (42) warga Gisikrejo, Bandar Harjo, Semarang Utara, dan Riyanto alias Kempling (33) warga Purwomukti Barat, Pedurungan.

Sedangkan dua tersangka lainnya ialah Anton Pratikno (28) warga Pangenrejo, Purworejo, dan Bejo (36) warga Sri Rejeki, Gisikdrono, Semarang Barat.

Kapolsek Genuk, Kompol Zaenul Arifin mengatakan tersangka semula pemetaan lokasi pencurian.Salah satu tersangka, Tri Joko mengamati kondisi gudang yang menjadi sasaran mereka. Setelah diyakinkan kosong, beberapa tersangka lain langsung melancarkan aksinya dengan mencongkel gembok gudang menggunakan linggis.

“Saat ini kami menangkap lima orang tesangka ini, tapi kami juga masih mengejar beberapa lainnya. Mereka beraksi dengan mencongkel gembok gudang menggunakan linggis,” ukar Zaenul di Mapolsek Genuk, Rabu (25/10/2018).

Dalam aksinya, mereka menggasak sejumlah barang elektronik serperti televisi, laptop dan uang tunai.

Sementara dari pengakuan Tri Joko, ia membutuhkan waktu setidaknya tiga hari untuk memetakan sasaran. Setelah menenukan kelengahan, beberapa anggotanya akan beraksi dengan membobol gembok.

“Paling tidak saya memetakan lokasi itu tiga hari untuk melihat gudang mana yang kosong sama memantau penjaganya. Lihat situasi kalau sudah mantep kosong baru beberapa dari kami beraksi. Hasilnya kami bagi untuk keperluan sehari-hari,” kata Tri Joko.

Kompol Zaenul menambahkan, pihaknya kini masih mengejar beberapa tersangka lain yang juga anggota kelompok Tri Joko. Dari pemeriksaan sementara, tidak hanya dua TKP yang menjadi sasaran kejahatan komplotan tersebut.

“Kami sudah mengantongi beberapa identitas anggota lain, ini masih kami lakukan pengejaran. Untuk TKP sendiri mereka sudah menyasar banyak tempat, jadi ada beberapa tersangka ini ketika beraksi tidak berangkat semuanya, tapi bergantian, kadang juga bergantian pasangannya namun masih satu komplotan,” pungkas Zaenul.

Dari data yang dihimpun, diketahui komplotan ini membobol dua gudang yakni di LIK XX nomor 818, pada Sabtu 6 Januari 2018. Lalu gudang milik CV Sukses Bersama Sejahtera, LIK XVII nomor 710, pada Sabtu 31 Maret 2018.

Kini kelima tersangka harus mendekam di tahanan Mapolsek Genuk. Mereka dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara. (fen)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.