Polrestabes Semarang Peringkat Pertama Kategori Penyidikan Perkara Lalu Lintas

Polrestabes Semarang mendapatkan peringkat pertama dari Korlantas Mabes Polri untuk kategori penyidikan perkara lalu lintas di tingkat Polres se-Indonesia.

Satlantas Polrestabes Semarang meraih peringkat pertama dari Korlantas Mabes Polri untuk kategori penyidikan perkara lalu lintas di tingkat Polres se-Indonesia. (Foto Dokumentasi Istimewa)

 

SEMARANG – Proses peningkatan kualitas keselamatan di jalan tidak bisa dilakukan hanya oleh kepolisian saja, tetapi juga perlu keterlibatan stakeholder lainnya.

Hal itu yang mendorong Satuan Lalu Lintas Polrestabes Semarang untuk terus berinovasi. Salah satu inovasi tersebut adalah penggunaan aplikasi Integrated Road Safety Management System (IRSMS).

Berkat inovasi itu juga Satlantas Polrestabes Semarang mendapatkan peringkat pertama dari Korlantas Mabes Polri untuk kategori penyidikan perkara lalu lintas di tingkat Polres se-Indonesia.

Kasatlantas Polrestabes Semarang AKBP Yuswanto Ardi mengatakan IRSMS merupakan sistem yang dapat diakses bersama oleh kepolisian, kementerian perhubungan, dan jasa raharja.

Sistem tersebut digunakan untuk menganalisis data kecelakaan. Hasil analisis tersebut diperlukan guna mengambil kebijakan lanjutan terkait keselamatan di jalan.

“Keselamatan di jalan tidak bisa dilakukan Satlantas sendiri, harus ada stakeholder lain yang terlibat. Integrated Road Safety Management System ini dapat diakses bersama untuk analisis data yang diperlukan dalam pengambilan kebijakan,” katanya, Kamis (28/2/2019).

Melalui IRMS, Satlantas Polrestabes Semarang dapat melakukan penyelidikan dan penyidikan perkara lalu lintas terhadap pihak yang tidak terlibat langsung dalam kecelakaan. Menurut Ardi, kecelakaan lalu lintas bisa disebabkan oleh banyak faktor tidak hanya kelalaian manusia. Ada juga faktor kendaraan, kondisi jalan, dan sebagainya.

“Sebelum ini yang kami periksa hanya pihak yang terlibat langsung dalam kecelakaan tapi kami sekarang bisa periksa pihak lain yang diduga berpotensi menyumbang atau memicu kecelakaan. Misal pemilik kendaraan, penyelenggara jalan, dan pihak lainnya yang berhubungan,” jelasnya.

Analisis secara menyeluruh tersebut untuk mendapatkan data yang valid terkait suatu perkara kecelakaan. Upaya ini cukup signifikan dalam menekan angka kecelakaan. Selain itu juga pihak terkait seperti penyelenggara jalan responsif apabila ada keluhan terkait kerusakan jalan yang diduga menjadi penyebab atau memicu kecelakaan.

“Dari data yang ada, kami bisa mengklarifikasi ke pihak yang tidak terlibat langsung seperti penyelenggara jalan. Kami juga pernah memidanakan bengkel motor yang membuat bentor karena itu menjadi salah satu penyumbang angka kecelakaan. Sekarang sudah tidak ada bentor di Semarang,” katanya.

Ardi menambahkan inovasi itulah yang membuat Satlantas Polrestabes Semarang lebih unggul dari satlantas polres lain di Indonesia sehingga mendapat peringkat pertama dalam kategori penyidikan perkara lalu lintas.

“Ini yang membuat kami unggul dari Polres lain. Ketertiban dalam pendataan dan analisis data,” pungkasnya. (aka)

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.