Polrestabes Semarang Gandeng Tokoh Masyarakat Bentuk Kampung Siaga Covid-19

*Di Tambakrejo, Gayamsari, Semarang

 

– KAMPUNG SIAGA- Polrestabes Semarang bersama Tokoh Masyarakat membentuk Kampung Siaga Covid-19 di Kelurahan Tambakrejo, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang, saat menjelang Hari Raya Idul Fitri tahun 2020. Foto : ist/Haris Effendj/metrojateng.com

 

SEMARANG- Dalam rangka mengantisipasi penyebaran Covid-19, Polrestabes Semarang bersama tokoh masyarakat membentuk ‘Kampung Siaga Covid-19’. Kali ini, Kampung Siaga dibentuk di Kelurahan Tambakrejo, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang.

 

Peresmian Kampung Siaga Covid-19 dihadiri oleh unsur Muspika Gayamsari, Semarang. Program ini merupakan upaya dari pencegahan penyebaran Covid 19 menjelang Hari Raya Idul Fitri tahun 2020.

 

“Pembentukan Kampung Siaga Covid tersebut merupakan permohonan dan aspirasi dari tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh pemuda Kelurahan Tambakrejo yang bersemangat untuk berperan serta dalam upaya pencegahan Covid-19 dan meminimalisir tindakan kriminalitas di waktu waktu mendekati Lebaran,” kata Kapolrestabes Semarang, yang diwakili Kasat Intelkam, AKBP Guki Ginting SIK MSi.

 

Dalam kegiatan ini, Polrestabes Semarang memberikan bantuan kepada warga masyarakat Tambakrejo yang diterima oleh Wakijan, yang merupakan tokoh masyarakat. Bantuan yang diberika untuk mendukung Kampung Siaga Covid-19 berupa Wastafel beserta Tandon airnya, Termogun / alat pengukur suhu tubuh, Alat Semprot elektrik, Disinfektan, dan Masker 300 buah.

 

Penempatan wastafel yang menjadi satu dengan tandon air berada di Taman Kampung antara RT 05 dan RT 06 wilayah RW 7 Kelurahan Tambakrejo, yang merupakan akses masuk kampung dan tempat strategis untuk melakukan cuci tangan.

 

Dalam pembukaan pembentukan Kampung Siaga Covid-19 tersebut, Kasat Intelkam Polrestabes Semarang menyampaikan beberapa hal kepada warga, diantaranya selalu cuci tangan setelah berkegiatan.

 

Selain itu, terkait banyaknya beredar berita hoax tentang larangan ibadah ditegaskan jika negara tidak melarang warganya untuk beribadah. Namun begitu, pemerintah hanya menghimbau untuk melakukan ibadah di rumah untuk cegah Covid-19.

 

“Masyarakat dihimbau tidak mudik dan lebih baik di rumah saja, serta bersama-sama menjaga keamanan dan kebersihan lingkungan,” kata AKBP Guki Ginting SIK MSi.

 

Menjelang Lebaran, pihaknya juga mengucapkan Selamat hari raya Idul Fitri Minal Aidzin Walfaidzin mohon maaf lahir dan bathin.(ris)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.