Polres Magelang Gagalkan Peredaran Sabu Jaringan Lapas

Menurut pengakuan tersangka, mereka mendapatkan barang di suatu tempat yang sudah ditentukan melalui telepon seluler

MUNGKID – Mengawali tahun 2019 ini, jajaran Sat Narkoba Polres Magelang berhasil meringkus enam tersangka yang diduga terlibat kasus narkoba. Dari tangan mereka, polisi berhasil menyita barang bukti berupa sabu-sabu seberat 33,5 gram.

Kapolres Magelang memperlihatkan barang bukti sabu-sabu yang berhasil diamankan dari tangan enam orang tersangka. Foto: metrojateng.com/ch kurniawati

Kapolres Magelang AKBP Yudianto Adhi Nugroho memaparkan, para tersangka ini ditangkap secara berurutan sejak 3 Januari di lima lokasi berbeda. Di Kecamatan Mertoyudan ada 3 TKP, sedangkan Kecamatan Muntilan 2 TKP.

Keenam tersangka masing-masing Z, warga Salam, A, AR dan DP warga Bandongan, AM warga Temanggung dan Y warga Banjarnegara. “Mereka para pemain baru karena tidak ada satupun yang residivis,” ungkap Yudianto saat gelar perkara, Rabu (16/1/2019).

Penangkapan tersebut dilakukan setelah polisi mendapat informasi dari masyarakat. “Langsung kita tindak lanjut dengan melakukan penyelidikan dan hasil pengembangan berhasil menciduk mereka,” imbuh Kapolres yang didampingi Kasat Narkoba, AKP Eko Sambodo.

Selain barang bukti sabu-sabu, disita pula timbangan digital dan alat hisap dari bekas botol minuman dan lainnya. Barang bukti terbanyak didapatkan dari tangan AR (25) warga Dusun Campursari, Desa Gandusari, Kecamatan Bandongan, Magelang dan DP (26) warga Dusun Sidomulyo, Desa Rejosari, Kecamatan Bandongan, Magelang sebanyak 13,43 gram.

Tersangka D, A dan AM selain pemakai juga penerima pesanan. “Menurut pengakuan tersangka, mereka mendapatkan barang di suatu tempat yang sudah ditentukan melalui telepon seluler,” terangnya.

AR sendiri menjadi kurir barang haram ini sudah sejak setahun lalu. “Saya hanya menerima telepon untuk mengambil pesanan di suatu tempat,” terangnya.

Kapolres menambahkan, berdasarkan keterangan para tersangka, mereka mendapatkan barang itu dari luar kota, bahkan ada yang dari lembaLe Pemasyarakatan (Lapas).

Atas perbuatannya, para tersangka akan dikenakan dengan Pasal 112 dan Pasal 114 Undang-Undang RI No 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman paling lama 20 tahun dan denda maksimal Rp 10 miliar. (MJ-24)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.