Polres Kendal Ungkap Kejahatan Selama Juni 2020

Tersangka pencurian sepeda motor dan barang bukti kejahatan yang diungkap Polres Kendal selama Juni 2020. Foto: alif hafidz/metrojateng.com

 

KENDAL – Jajaran Reskrim Polres Kendal berhasil mengungkap empat kasus kejahatan yang terjadi selama Juni 2020. Ada 10 tersangka yang diamankan dari kasuse perjudian, pencurian, uang palsu dengan pemberatan hingga curanmor yang meresahkan warga Kendal selama pandemi covid 19.

Tersangka yang ditangkap dalam kasus pencurian sepeda motor yakni Bonadi Rusdi dan Api Priyanto keduanya warga Boja, Erwanto Tri Nugroho warga Temanggung, Suwarso warga Singorojo, Jumawan warga Cepiring dan Supriyono warga Brangsong.

Sedangkan tersangka pencurian dengan kekerasan yakni Bagus Ilham Sadewa warga Cepiring Kendal dan Susanto warga Kaliwungu. Sementara tersangka perjudian yang diamankan adalah Mas’an warg Sumbersari Ngampel dan tersangka uang palsu Wawan Triawan warga Gringsing Batang.

Kapolres Kendal AKBP Ali Wardana mengungkapkan, modus pelaku bermacam-macam. Tempat kejadian perkara hampir diseluruh wilayah di Kabupaten Kendal, dengan barang bukti yang diamankan 7 sepeda motor, 4 mobil, uang tunai dan kupok judi, perhiasan kalung emas dan uang palsu senilai 10 juta.

“Ini merupakan hasil ungkap kasus Polres Kendal dan jajaran polsek selama bulan Juni 2020. Jumlahnya cukup banyak ada kasus curanmor, jambret, uang palsu dan perjudian,” katanya saat gelar perkara di Maporles Kendal.

Dijelaskan untuk kasus curanmor modus yang dilakukan pelaku selain menggunakan kunci leter T juga mengambil sepeda motor yang tidak terkunci ditempat yang sepi. “Tidak hanya itu kelalaian pemilik sepeda motor jadi celah bagi pelaku untuk melakukan pencurian. Banyak juga yang lupa mengambil kunci ataupun menyimpan kunci di dashboard motor sehingga pelaku leluasa mengambilnya,” imbuh kapolres.

Kapolres berpesan agar warga selalu berhati-hati dan tidak ceroboh agar kejahatan tidak mudah terjadi. Kesepuluh tersangka yang diamankan dijerat dengan pasal 363 KUHP untuk pelaku curanmor dan curat, pasal 303 KUHP untuk tersangka perjudian dan dengan pasal 36 ayat 2, 3 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 7 tahun 2011 tentang Mata Uang untuk pelaku pengedar uang palsu.(alf)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.