Polres Boyolali Razia Narkoba di Rutan, Ini Hasilnya

image
Aparat Polres Boyolali melakukan razia narkoba di Rutan Boyolali.

BOYOLALI – petugas gabungan dari Polres dan Kodim 0724/Boyolali melakukan penggeledahan di Rumah Tahanan (Rutan) setempat Selasa (29/3). Sasarannya yakni peredaran Narkoba di dalam penjara. Dalam razia ini, para narapidana (Napi) maupun tahanan pun dilakukan tes urine. 

Ratusan personil dilibatkan dalam razia yang dipimpin langsung Wakapolres Boyolali, Kompol Aidil Fitri Syah. Petugas memeriksa satu persatu Napi dan tahanan, yang semuanya berjumlah 128 orang. Mereka kemudian diminta keluar dari sel-nya dan berkumpul di halaman. 

Sementara petugas lain langsung menggeledah seluruh isi sel. Barang-barang milik Napi dan tahanan digeledah. Sudut-sudut di dalam sel juga diperiksa untuk memastikan adanya narkoba yang disimpan para Napi. Tak hanya itu, para Napi juga dilakukan tes urine, khususnya Napi kasus Narkoba. 

Kompol Aidil Fitri Syah mengatakan, dari hasil razia ini tidak ditemukan adanya Narkoba yang disimpan di dalam Rutan. Dari hasil tes urin, juga negatif. Petugas hanya menemukan telepon seluler atau handphone (HP) milik salah satu Napi. Selain itu juga ditemukan banyak korek api. 

“Tak ada ada temuan penggunaan Narkoba, namun kami menemukan sebuah HP dan korek api,” kata Aidil Fitri Syah disela-sela razia. 

Berkait penemuan korek api dan HP, Polres Boyolali akan mengkomunikasikan temuan tersebut kepada pihak Rutan. “Karena Napi memang tidak boleh membawa korek api dan handphone. Itu kebijakan rutan, temuan ini akan kami sampaikan agar ditindaklanjuti,” tambah Aidil.

Aidil mengungkapkan, operasi bersinar candi 2016 ini dilaksanakan atas instruksi dari Mabes Polri. Razia ini dilakukan untuk menekan peredaran narkoba di dalam Lapas/Rutan. Hal ini dilakukan menyusul masih adanya peredaran Narkoba di dalam Lapas. Bahkan, ada Napi yang mengendalikan peredaran Narkoba dari dalam Rutan. 

Kasatnarkoba Polres Boyolali, AKP Erwin Darminta, menjelaskan ada tiga Napi yang dites urine saat operasi kemarin. Mereka adalah Napi kasus narkoba. “Dulu pengguna. Hari ini kami tes, hasilnya negatif,” jelas Erwin. 

Tim juga fokus menggeledah dua Napi yang sebelumnya adalah bandar narkoba. “Ada Srintil dari Banyudono dan Eko Ronggeng yang dulu kami tangkap di Sonolayu. Keduanya ini tadi kami perhatikan betul, khawatirnya mereka masih berbisnis narkoba meski ada di dalam rutan. Tetapi kami geledah hasilnya nihil,” ungkapnya. 

Sementara itu Kepala Rutan Boyolali, Ahmad Chudori, mengaku selama ini tak menemukan adanya peredaran narkoba di dalam rutan yang dia jaga. “Selama disini belum ada temuan penggunaan narkoba. Ya, kami berharap tak ada yang menggunakan narkoba di dalam Rutan ini,” ujarnya.

Sedangkan berkait temuan HP dan korek api, pihaknya bakal mengevaluasi petugas rutan agar kasus itu tak terulang lagi. “Memang di dalam Lapas tidak boleh ada korek api maupun HP,” tandasnya. (MJ-07) 

 

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

− 2 = 3

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.