Polres Boyolali Bongkar Penimbunan Pupuk Bersubsidi

Pupuk bersubsidi yang berhasil disita Polres Boyolali. Foto Metrojateng/MJ-07
Pupuk bersubsidi yang berhasil disita Polres Boyolali. Foto Metrojateng/MJ-07

BOYOLALI – Penimbunan pupuk bersubsidi berhasil diungkap Polres Boyolali. Sebanyak 222 sak atau 8,7 ton pupuk berhasil disita, terdiri Urea, Phonska dan pupuk organik.

Polres Boyolali juga telah menetapkan dua orang sebagai tersangka. Kedua tersangka yaitu Jupriyanto (41) warga Dukuh Congol, Desa Jagoan, Kecamatan Sambi, Boyolali yang ditangkap di Kecamatan Andong. Satu tersangka lagi yakni, Tri Hartanto (27), juga warga Dukuh Congol, Desa Jagoan, Kecamatan Sambi.

“Ungkap kasus ini dalam rangka pengawasan peredaran pupuk bersubsidi. Kami menerjunkan tim untuk melakukan penyelidikan ke tempat-tempat yang diduga menjadi lokasi penimbunan pupuk bersubsidi,” ujar Kapolres Boyolali AKBP Budi Sartono Jumat (6/3).

Hasilnya, lanjut Budi Sartono, tim nya berhasil mengungkap kasus penimbunan pupuk bersubsidi di wilayah Andong dan Sambi. Semula petugas mendapati adanya kendaraan mobil pikap Mitsubishi L300 yang mengirimkan pupuk bersubsidi di wilayah Kecamatan Andong. Pupuk bersubsidi itu di luar peruntukan atau di luar wilayah tanggung jawabnya. Pengiriman itu ditemukan di depan toko pertanian Dadi Aji, di Dukuh Duwet, Desa Andong, Kecamatan Andong.

“Setelah diperiksa oleh petugas kami, ternyata memang benar, pupuk yang dikirimkan ke Andong itu memang bukan peruntukan wilayah tersebut,” jelas Budi Sartono didampingi Kasat Reskrim AKP Budiarto dan Kasubag Humas AKP Muryati.

Petugas langsung mengamankan Jupriyanto, sopir pikap yang mengirimkan pupuk ke Andong. Kendaraan pikap L300 dan pupuk sebanyak 2,1 ton juga disita. Terdiri 35 sak pupuk Phonska dan 15 sak pupuk Urea.

Dari hasil pengembangan, petugas berhasil menemukan penimbunan pupuk bersubsidi disebuah rumah di Dukuh Congol, Desa Jagoan, Kecamatan Sambi. Di rumah milik Tri Hartanto (27) itu, petugas menemukan 172 sak atau 6,6 ton pupuk bersubsidi. Terdiri 27 sak Phonska, 50 sak Urea dan 95 sak pupuk organik merek Petroganik.

“Orang yang menimbun pupuk tersebut bukan agen maupun pengecer pupuk bersubsidi. Tersangka menyimpan dan memperjuabelikan pupuk bersubsidi tanpa memiliki ijin yang sah. Setelah dilakukan pemeriksaan, ada penyelewengan pupuk bersubsidi,” katanya.

Kedua tersangka dikenai pasal 6 ayat (1) huruf b UU darurat RI no 7 tahun 1955 tentang pengusutan, penuntutan dan peradilan tindak pidana ekonomi jo pasal 30 ayat (3) Permendag No 15/M-DAG/PER/2013 tentang pengadaan dan penyaluran pupuk bersubsidi sector pertanian.

Pihaknya kini masih terus melakukan pengembangan penyelidikan dan penyidikan. Pihaknya masih menelusuri asal pupuk bersubsidi yang ditimbun tersangka. “Masih kami kembangkan dan tim kami masih lidik di lapangan,” pungkasnya. (MJ-07)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

4 + 3 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.