Politisi PDIP Kecam Ulah Amerika Blokir 5G Huawei

Huawei berambisi menjadi pengembang teknologi 5G pertama di dunia. Namun upaya tersebut dijegal di berbagai negara. Salah satunya Amerika.

SEMARANG – Elite Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan mengecam ulah Amerika Serikat yang mengajak negara-negara lainnya memblokir jaringan dan perangkat 5G milik perusahaan telekomunikasi asal Tiongkok, Huawei.

Ilustrasi. (www.jobzforall.com)

Sekretaris Departemen Pemerintahan DPP PDIP, Hanjaya Setiawan menganggap boikot yang dilakukan negara Paman Sam tersebut berpotensi merugikan konsumen telekomunikasi. Padahal, dalam era industri 4.0, akan butuh teknologi koneksi yang mumpuni.

“Kalau ikut memblokir 5G, interkoneksi antarjaringan, akan semakin sulit, dan berbiaya mahal, yang pada akhirnya kembali akan ditanggung konsumen,” tutur Hanjaya, Rabu (27/3/2019).

Ia bilang apa yang dilakukan negara yang dipimpin Donald Trump itu justru tidak memiliki dasar yang jelas. Ia menengarai ulah Amerika berpotensi merugikan konsumen telekomunikasi dan terindikasi sebagai praktek perang dagang yang tidak sehat.

“Sebagai negara yang punya kecenderungan menganut pasar bebas, Amerika seharusnya memberikan kesempatan kepada provider telekomunikasi untuk menghadirkan layanan canggih berbiaya murah melalui praktek kompetisi yang sehat. Alih-alih menihilkan kompetisi dengan dalih keamanan jaringan, yang ternyata tidak terbukti,” paparnya.

Terbukti, lanjutnya, negara sekutu utama Amerika macam Inggris dan Jerman bahkan menolak ultimatum boikot tersebut.

Ulah Amerika juga menghilangkan persaingan sehat dalam bisnis telekomunikasi 5G. Ia pun menyarankan pemerintah mendorong perusahaan telekomunikasi untuk mengoptimalkan jaringan 4G dahulu sebelum bergeser ke jaringan 5G.

“Nanti kalau saatnya masuk ke jaringan 5G, pemerintah diharapkan memilih penyedia layanan 5G terbaik tanpa takut akan tekanan politik dari pihak negara mana pun. Pertimbangan harus berdasarkan manfaat bagi negara, masyarakat dan konsumen telekomunikasi,” kata dia. (far)

 

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.