Polisi Waspadai Jalur Pantura Semarang Rawan Terendam Banjir

Tiga Titik Keramaian Dalam Kota

Ruas jalan di wilayah Genuk menjadi salah satu wilayah yang paling diwaspadai terjadi gangguan lalu lintas. Sebab, wilayah tersebut kerap terendam rob dan banjir.

SEMARANG – Selain jalur tol, kepolisian mewaspadai jalur Pantura di wilayah Kota Semarang yang berpotensi terendam rob dan banjir. Mulai wilayah Mangkang hingga Genuk. Selain itu, terdapat tiga titik keramaian di dalam kota juga menjadi perhatian khusus demi kelancaran lalu lintas selama lebaran.

Wilayah Pantura Semarang, terutama di ruas Jalan Kaligawe kerap terendam banjir. (metrojateng.com)

Kasatlantas Polrestabes Semarang AKBP Yuswanto Ardi mengatakan jalur Pantura Semarang yang menjadi perhatian khusus adalah wilayah Genuk. Sebab ruas jalur di wilayah tersebut sering terendam rob dan banjir. Terkait hal ini Satlantas Polrestabes Semarang telah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) untuk langkah antisipasi.

“Untuk wilayah Genuk kami sudah berkoordinasi dengan BBWS karena diketahui saat ini sering terjadi rob, di mana akibat dari ketidakmampuan operasional pompa-pompa air yang ada. Oleh karena itu BBWS sudah kami atensi untuk mempersiapkan dengan baik guna menghadapi arus mudik tahun ini,” katanya, Selasa (14/5/2019).

Untuk menunjang kelancaran tersebut, Satlantas Polrestabes Semarang juga akan menempatkan total 13 pos pelayanan dan keamanan. Pusatnya berada di Pos Terpadu Tol Kalikangkung.

“Total ada 13 pos di wilayah kota Semarang, mulai dari Barat sampai Timur. Termasuk di Bandara, Pelabuhan, dan Stasiun. Semua terpusat di Kalikangkung,” papar Ardi.

Sementara itu fenomena arus mudik dan lebaran yang banyak menggunakan kendaraan pribadi juga sudah diantisipasi, khususnya titik-titik keramaian di wilayah kota. Setidaknya ada tiga titik yang diprediksi akan padat dan menjadi fokus petugas. Ketiga titik tersebut adalah kawasan Simpanglima, Tugu Muda, dan ujung Mall Paragon.

“Di tiga titik itu akan kami tempatkan poskotis. Lalu ada wilayah Jalan Pandanaran dan Jalan Kiai Saleh. Di saat lebaran tentunya banyak yang akan berziarah ke Makam Bergota. Maka untuk ruas Jalan Kiai Saleh tentunya akan kami lakukan rekayasa berupa satu arah, teknisnya akan kami rapatkan kemudian,” pungkas Ardi. (aka)

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.